Sains

Ilmuwan Menemukan Kembali Komunitas Karang Aktif di Sistem Terumbu yang Diduga Mati Selama Puluhan Tahun

2 min read

Ilmuwan Menemukan Kembali Komunitas Karang Aktif di Sistem Terumbu yang Diduga Mati Selama Puluhan Tahun
Photo: Logan Gutierrez · Unsplash
0 0
XWhatsAppTelegramLinkedIn

Para ilmuwan telah menemukan komunitas karang yang berkembang pesat di sistem terumbu lepas pantai Benin, Afrika Barat, yang diduga mati selama puluhan tahun. Temuan ini, dilaporkan oleh peneliti yang menggunakan drone bawah air, mengungkapkan bahwa terumbu tersebut penuh dengan kehidupan di 'zona senja' lautan—lapisan remang-remang antara kedalaman 60 dan 150 meter di mana sinar matahari hampir tidak menembus. Penemuan ini dilakukan selama survei ekosistem laut di wilayah tersebut, yang sebagian besar belum dijelajahi karena arus kuat dan perairan keruh di area itu.

Terumbu karang ini lama diyakini telah hancur oleh pembangunan pesisir, polusi, dan penangkapan ikan berlebihan, tanpa tanda-tanda pertumbuhan karang aktif selama sekitar 60 tahun. Namun, drone bawah air menangkap gambar komunitas karang yang sehat, termasuk karang bercabang dan karang lempeng, serta berbagai ikan dan kehidupan laut lainnya. Temuan ini dipublikasikan dalam sebuah studi di jurnal Frontiers, dan penelitian dilakukan oleh ilmuwan dari Universitas Ghana dan institusi lainnya.

Penemuan ini penting karena menantang asumsi tentang ketahanan terumbu karang dalam menghadapi tekanan manusia. Terumbu 'zona senja' mungkin berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi spesies yang telah menurun di perairan dangkal, menawarkan sumber larva potensial untuk membantu memulihkan kembali area yang rusak. Studi ini juga menyoroti nilai penggunaan teknologi canggih seperti drone bawah air untuk menjelajahi habitat dalam yang sulit dijangkau yang mungkin menyimpan keanekaragaman hayati yang terabaikan.

Menurut sumber, tim peneliti mengerahkan kendaraan bawah air otonom untuk memetakan dan merekam terumbu di lepas pantai Benin. Drone tersebut mengungkapkan tutupan karang yang luas dan keanekaragaman ikan yang tinggi, termasuk spesies yang sebelumnya tidak tercatat di wilayah tersebut. Para ilmuwan mencatat bahwa terumbu tersebut terletak di area dengan upwelling kuat, yang membawa air dingin kaya nutrisi ke permukaan, kemungkinan mendukung pertumbuhan karang yang tidak terduga.

Temuan ini menunjukkan bahwa ekosistem terumbu 'tersembunyi' serupa mungkin ada di sepanjang pantai Afrika Barat. Para peneliti berencana melakukan survei lebih lanjut untuk menilai luasnya komunitas ini dan mengembangkan strategi konservasi. Mereka menekankan perlunya melindungi terumbu dalam ini dari ancaman seperti pukat dasar dan perubahan iklim, yang dapat mempengaruhi bahkan habitat yang relatif terlindungi ini.

Sources

Report / request removal

Related

Comments

No comments yet. Be the first.