Sains

Studi Ungkap Ular Purba Memiliki Otak dan Ekologi yang Beragam

2 min read

Studi Ungkap Ular Purba Memiliki Otak dan Ekologi yang Beragam
Photo: Dmytro Vynohradov · Unsplash
0 0
XWhatsAppTelegramLinkedIn

Sebuah studi baru yang diterbitkan di Nature mengungkapkan bahwa ular paling awal menunjukkan keragaman yang mengejutkan dalam bentuk otak dan ekologi, menantang asumsi lama tentang evolusi ular. Para peneliti menganalisis CT scan tengkorak fosil dari empat spesies ular purba yang hidup antara 100 hingga 70 juta tahun yang lalu, selama periode Kapur. Temuan menunjukkan bahwa ular awal ini sudah memiliki morfologi otak yang berbeda sesuai dengan gaya hidup yang berbeda, termasuk habitat menggali, akuatik, dan terestrial.

Studi ini mempengaruhi pemahaman kita tentang asal-usul ular, menunjukkan bahwa nenek moyang semua ular mungkin lebih bervariasi secara ekologis daripada yang diperkirakan sebelumnya. Hal ini penting karena mengubah narasi evolusi ular, menunjukkan bahwa adaptasi kunci seperti bisa dan konstriksi mungkin muncul lebih lambat daripada diversifikasi sistem otak dan sensorik. Tim peneliti, yang dipimpin oleh para ilmuwan dari University of Alberta dan University of Bristol, menggunakan CT scanning resolusi tinggi untuk merekonstruksi rongga otak fosil, yang mencakup spesies dari Amerika Selatan, Afrika, dan Eropa.

Angka dan tanggal spesifik dari studi ini mencakup empat spesies fosil: Dinilysia patagonica (berusia 85 juta tahun), Najash rionegrina (95 juta tahun), dan dua spesies tanpa nama dari tahap Cenomanian (100 juta tahun yang lalu). Pemindaian mengungkapkan bahwa Dinilysia memiliki otak yang beradaptasi untuk menggali, sementara Najash menunjukkan ciri-ciri yang terkait dengan kehidupan di permukaan. Para peneliti juga mencatat bahwa rasio ukuran otak terhadap tubuh pada ular awal ini sebanding dengan ular modern, menunjukkan bahwa ukuran otak berevolusi sejak awal.

Latar belakang dari sumber mencatat bahwa teori sebelumnya menyatakan ular berevolusi dari nenek moyang penggali dengan otak sederhana, tetapi bukti baru menunjukkan sejarah awal yang lebih kompleks. Penulis utama studi, Dr. Hongyu Yi, menyatakan bahwa temuan ini "membalikkan gagasan bahwa ular awal semuanya serupa dalam bentuk otak." Langkah selanjutnya yang mungkin termasuk analisis lebih lanjut dari fosil tambahan untuk melacak bagaimana otak ular berevolusi dari waktu ke waktu, dan mengintegrasikan data ini dengan studi genetik untuk menyempurnakan pohon evolusi ular.

Sources

Report / request removal

Related

Comments

No comments yet. Be the first.