Teknologi

UE Wajibkan Label AI pada Konten Palsu Realistis Mulai Minggu Ini

2 min read

UE Wajibkan Label AI pada Konten Palsu Realistis Mulai Minggu Ini
Photo: Vishnu Mohanan · Unsplash
0 0
XWhatsAppTelegramLinkedIn

Mulai 2 Agustus 2026, perusahaan wajib memberi label yang terlihat pada gambar, audio, dan teks buatan AI yang tampak autentik serta menyertakan tanda air digital, sesuai aturan UE.

Ketentuan dalam UU AI ini menyasar deep fake yang telah menipu pemilih dan mencemarkan pejabat.

Sistem AI baru yang masuk pasar UE langsung terkena kewajiban ini; sistem yang sudah ada diberi waktu hingga 2 Desember 2026 untuk mematuhinya.

Teks yang menyangkut kepentingan publik juga wajib diberi label, kecuali sudah ditinjau editor manusia.

Konten pribadi serta karya yang jelas artistik, satir, atau fiksi dikecualikan. Perusahaan didorong, tetapi tidak diwajibkan, memberi label pada materi AI lama.

Pelanggaran berisiko denda hingga €15 juta atau 3% dari omzet tahunan global perusahaan.

Komisi Eropa menyediakan label hitam-putih, tetapi perusahaan boleh merancang label sendiri.

Industri mendukung tujuan ini, tetapi khawatir interpretasi yang terlalu luas. Computer and Communications Industry Association menilai pedoman Juli 2026 memperluas definisi deep fake melampaui isi UU aslinya.

Boniface de Champris, pimpinan kebijakan AI CCIA Europe, mengatakan label itu dimaksudkan untuk konten menipu, tetapi kini hampir semua hal diberi label, yang bisa membuat pengguna mati rasa seperti pada banner cookie. Ia memperkirakan dampak terbesar terjadi di sektor iklan, film, dan penerbitan, tempat AI umum dipakai tetapi tak disadari.

TikTok sudah mewajibkan kreator memberi label pada konten AI realistis dan telah membantu memberi label pada lebih dari 3 miliar konten. Alat SynthID milik Google, diluncurkan 2023, telah memberi tanda air pada lebih dari 100 miliar gambar dan 60.000 tahun audio. Google dan Meta telah menandatangani kode etik sukarela UE, diikuti lebih dari 180 organisasi.

Pada 28 Juli 2026, Markus Reinisch, wakil presiden kebijakan publik Meta untuk Eropa, mengatakan perusahaannya akan menandatangani kode etik itu untuk mencegah kekacauan label yang membingungkan.

Anggota Parlemen Eropa dari Partai Hijau, Sergey Lagodinsky, yang ikut merundingkan UU tersebut, menyatakan yakin industri bisa beradaptasi, seraya mencatat keluhan masa lalu sering mereda setelah implementasi.

Aturan label ini bagian dari penegakan UU AI yang lebih luas. Henna Virkkunen, pimpinan kebijakan teknologi Komisi, mengatakan kerangka ini memberi kepastian hukum bagi inovator sekaligus menjaga kepentingan publik.

Sources

Report / request removal

Related

Comments

No comments yet. Be the first.