Unik

Kerangka 3.500 Tahun Bantah Teori Asal Sifilis

Published 12 Agu 2026, 15.161 min readNewUJ Editorial Desk

Kerangka 3.500 Tahun Bantah Teori Asal Sifilis
Photo: JUNXUAN BAO · Unsplash
0 0
XWhatsAppTelegramLinkedIn

Studi terhadap kerangka berusia 3.500 tahun dari Vietnam menunjukkan bahwa penularan penyakit treponemal secara bawaan—yang selama ini dianggap ciri khas sifilis kelamin—juga dapat terjadi pada bentuk non-kelamin seperti patek (yaws). Penelitian yang dipimpin Dr. Melandri Vlok dari Charles Sturt University ini diterbitkan di International Journal of Osteoarchaeology pada 12 Agustus 2026.

Tim meneliti 309 individu dari 16 situs arkeologi di Vietnam, dengan rentang waktu 10.000 hingga 1.000 tahun sebelum kini. Tiga anak menunjukkan kelainan gigi dan lesi kerangka yang konsisten dengan treponematosis bawaan. Dua di antaranya berasal dari Man Bac di Vietnam utara, situs dengan tingkat penyakit treponemal yang luar biasa tinggi, sebagian besar menyerang anak-anak dan remaja—pola yang lebih cocok dengan penularan lewat kontak kulit daripada hubungan seksual.

Temuan ini menantang asumsi lama dalam paleopatologi. Menurut Dr. Vlok, infeksi bawaan pada sisa-sisa manusia purba sering dianggap bukti kuat sifilis kelamin, tetapi hal ini tidak selalu benar. Jika treponematosis non-kelamin juga dapat menular dari ibu ke anak, sebagian kasus yang sebelumnya dilabeli sifilis bawaan mungkin merupakan penyakit yang sama sekali berbeda.

Ini berdampak pada perdebatan tentang asal-usul sifilis dan apakah penyakit itu sudah ada di luar Amerika sebelum Columbus. Belum ada sifilis kelamin pra-Columbus yang terkonfirmasi secara genetik, dan studi menunjukkan adanya berbagai penyakit treponemal pada populasi kuno. Di Asia Tenggara tropis, DNA kuno sulit diawetkan, dan pengambilan sampel yang merusak menimbulkan masalah etika, menurut penulis bersama Minh Tran dari Universitas Filipina, Diliman.

Para peneliti berpendapat bahwa sejarah penyakit treponemal lebih kompleks daripada dugaan sebelumnya. Dr. Vlok mencatat bahwa patek muncul kembali akibat krisis iklim, sehingga penting untuk memahami bagaimana penyakit-penyakit ini berevolusi bersama masyarakat manusia.

Sources

Report / request removal

Related

Comments

No comments yet. Be the first.