Kerangka 3.500 Tahun Bantah Teori Asal Sifilis
Studi terhadap kerangka berusia 3.500 tahun dari Vietnam menunjukkan bahwa penularan penyakit treponemal secara bawaan—yang selama ini dianggap ciri khas sifilis kelamin—juga dapat terjadi pada bentuk non-kelamin seperti patek (yaws). Penelitian yang dipimpin Dr. Melandri Vlok dari Charles Sturt University ini diterbitkan di International Journal of Osteoarchaeology pada 12 Agustus 2026.
Tim meneliti 309 individu dari 16 situs arkeologi di Vietnam, dengan rentang waktu 10.000 hingga 1.000 tahun sebelum kini. Tiga anak menunjukkan kelainan gigi dan lesi kerangka yang konsisten dengan treponematosis bawaan. Dua di antaranya berasal dari Man Bac di Vietnam utara, situs dengan tingkat penyakit treponemal yang luar biasa tinggi, sebagian besar menyerang anak-anak dan remaja—pola yang lebih cocok dengan penularan lewat kontak kulit daripada hubungan seksual.
Temuan ini menantang asumsi lama dalam paleopatologi. Menurut Dr. Vlok, infeksi bawaan pada sisa-sisa manusia purba sering dianggap bukti kuat sifilis kelamin, tetapi hal ini tidak selalu benar. Jika treponematosis non-kelamin juga dapat menular dari ibu ke anak, sebagian kasus yang sebelumnya dilabeli sifilis bawaan mungkin merupakan penyakit yang sama sekali berbeda.
Ini berdampak pada perdebatan tentang asal-usul sifilis dan apakah penyakit itu sudah ada di luar Amerika sebelum Columbus. Belum ada sifilis kelamin pra-Columbus yang terkonfirmasi secara genetik, dan studi menunjukkan adanya berbagai penyakit treponemal pada populasi kuno. Di Asia Tenggara tropis, DNA kuno sulit diawetkan, dan pengambilan sampel yang merusak menimbulkan masalah etika, menurut penulis bersama Minh Tran dari Universitas Filipina, Diliman.
Para peneliti berpendapat bahwa sejarah penyakit treponemal lebih kompleks daripada dugaan sebelumnya. Dr. Vlok mencatat bahwa patek muncul kembali akibat krisis iklim, sehingga penting untuk memahami bagaimana penyakit-penyakit ini berevolusi bersama masyarakat manusia.
Sources
- ScienceDailySecondary
Related
Rumania tenggelamkan 4 tongkang demi reaktor nuklir kedua
Perang Sudan Hentikan Pelestarian Piramida Meroe
Otak Ular Berusia 80 Juta Tahun Ungkap Perubahan Habitat Awal
Kolombia Larang Sunat Perempuan, Pertama di Amerika Latin
Limbah plastik Inggris cemari kanal pertanian Turki
Liberia Musnahkan 4,2 Ton Kokain Senilai $336 Juta
Peta AI Departemen Luar Negeri AS Salah Label Semua Negara Afrika
Mohenjo-daro Makin Setara Saat Makmur 4.000 Tahun Lalu
Trending now
- Inflasi AS Turun ke 3,4% Saat Harga Pangan Melambat
- Inflasi Juli Naik 0,1%, Tingkat Tahunan 3,4%
- Jamur Bunuh Ulat Tentara Afrika, Petani Berharap
- Uber Freight Selidiki Klaim Peretasan Data oleh Helix
- Google Pixel 11 mulai $899, penyimpanan dua kali lipat
- Tesla Rencanakan Pabrik Surya $10 Miliar di Texas
- Mobil Hidrogen Pecahkan Rekor Kecepatan Darat 406 mph
- Astronot Mike Fincke Tinggalkan NASA Setelah 30 Tahun, 549 Hari di
Comments
No comments yet. Be the first.