Kanker menular ditemukan pada ikan air tawar di Quebec dan danau AS
Kanker menular telah ditemukan menyebar di antara ikan air tawar di danau-danau di Quebec dan Amerika Serikat, menandai kasus pertama kanker menular pada ikan yang diketahui. Penyakit ini, sejenis kanker kulit, telah ditemukan pada beberapa spesies, termasuk ikan mas biasa dan ikan mas koki, dan diyakini menyebar ketika ikan melakukan kontak langsung satu sama lain. Tidak seperti kanker tipikal yang timbul dari sel inang sendiri, kanker ini disebabkan oleh klon sel yang berasal dari satu ikan yang terinfeksi dan dapat ditularkan antar individu, bertindak lebih seperti parasit daripada tumor tradisional. Temuan ini, yang diterbitkan dalam sebuah studi baru-baru ini, menyoroti fenomena langka yang sebelumnya hanya diamati pada anjing, setan Tasmania, dan beberapa kerang laut. Para peneliti mengidentifikasi kanker pada ikan dari danau di Quebec dan AS, dengan lokasi spesifik termasuk Sungai St. Lawrence dan danau-danau di timur laut Amerika Serikat. Penemuan ini signifikan karena menunjukkan bahwa kanker menular mungkin lebih umum di kerajaan hewan daripada yang diperkirakan sebelumnya, berpotensi mempengaruhi ekosistem yang lebih luas. Penulis studi mencatat bahwa kanker tersebut tampaknya tidak menimbulkan risiko bagi manusia, tetapi dapat berdampak pada populasi ikan dan kesehatan lingkungan air tawar. Langkah selanjutnya melibatkan penelitian lebih lanjut untuk memahami bagaimana kanker menyebar dan apakah dapat mempengaruhi spesies lain. Temuan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang peran faktor lingkungan, seperti polusi, dalam memfasilitasi munculnya penyakit semacam itu.
Sources
- Google News ScienceSecondary
- Google News GlobalSecondary
- Google News GlobalSecondary
- Google News ScienceSecondary
- Google News ScienceSecondary
- Google News ScienceSecondary
Related
NASA: Geoid Bumi Bervariasi 191 Meter dalam Model Gravitasi
Semua Makhluk Hidup Memancarkan Cahaya Samar, Ilmuwan Eksplorasi Manfaat Medis
Astronom Amatir Temukan Kawah Meteorit Berusia 390 Juta Tahun via Google Maps
Badai Matahari Ekstrem Mungkin Tak Punya Batas Intensitas Atas, Riset Baru Peringatkan
Krisis Pendanaan Jodrell Bank Ancam 'Brain Drain' Fisika Inggris
Jejak Kaki Fosil Ungkap Kerabat Manusia 1,4 Juta Tahun Lalu Bepergian dalam Kelompok Semua Jantan
Pengayaan laser dapat memproses ulang limbah nuklir menjadi bahan bakar reaktor
Komputer organoid otak menimbulkan kekhawatiran etis, peringatan peneliti
Trending now
- AS Larang Impor Robot Bergerak Canggih, Termasuk Humanoid
- Mantan Manajer Tesla Sebut Mobil Full Self-Driving 'Bahaya Bergulir'
- Agen OpenAI Bobol Akun Perusahaan Teknologi Kedua, Kata Eksekutif
- T-Mobile Konfirmasi Gangguan Nasional, Ponsel Terjebak Mode SOS
- Karyawan OpenAI, Anthropic Desak AS Atur AI
- eBay Bayar Hampir $50 Juta ke Pasangan yang Dikirimi Kecoak dan Topeng Babi Berdarah
- Airbus A350-1000ULR Terbang 24 Jam Nonstop dari Australia ke Prancis
- Sega Dreamcast Dapat Game Baru 25 Tahun Setelah Dihentikan
Comments
No comments yet. Be the first.