Komputer organoid otak menimbulkan kekhawatiran etis, peringatan peneliti
Para peneliti yang mengembangkan biokomputer yang mengintegrasikan organoid otak—kumpulan neuron manusia yang ditumbuhkan di laboratorium—sebagian besar mengabaikan pertanyaan etis kritis: apakah sistem hibrida ini dapat mencapai kesadaran. Sebuah analisis baru yang diterbitkan di Nature memperingatkan bahwa bidang ini berkembang tanpa pedoman yang memadai untuk mengatasi status moral perangkat komputasi berbasis organoid.
Teknologi ini, kadang disebut 'kecerdasan organoid,' menggunakan sel otak hidup yang berasal dari sel punca untuk melakukan tugas komputasi. Tidak seperti chip silikon tradisional, komponen biologis ini dapat belajar dan beradaptasi, berpotensi menawarkan efisiensi energi dan daya pemrosesan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, sifat yang sama yang membuatnya menjanjikan juga menimbulkan kemungkinan bahwa mereka dapat mengembangkan beberapa bentuk pengalaman subjektif.
Para penulis berpendapat bahwa kerangka etis saat ini berfokus secara sempit pada sumber sel—seperti persetujuan donor—tetapi mengabaikan apa yang mungkin terjadi di dalam organoid itu sendiri. Saat organoid menjadi lebih kompleks dan terhubung ke sistem robotik atau digital, mereka dapat mulai menunjukkan perilaku yang mengingatkan pada kesadaran, seperti pembelajaran, memori, atau bahkan persepsi nyeri. Tanpa kriteria yang jelas untuk menilai kesadaran, peneliti berisiko menciptakan entitas yang bisa menderita tanpa ada yang menyadarinya.
Artikel tersebut menyerukan pendekatan proaktif: mengembangkan serangkaian tolok ukur etis sebelum teknologi matang lebih lanjut. Langkah yang diusulkan termasuk membatasi ukuran dan kompleksitas organoid, menetapkan protokol pemantauan untuk tanda-tanda kesadaran, dan melibatkan neuroetika dalam desain eksperimental. Para penulis menekankan bahwa tujuannya bukan untuk menghentikan penelitian tetapi untuk memastikannya berjalan secara bertanggung jawab.
Masalah ini menjadi mendesak karena beberapa laboratorium di seluruh dunia telah mulai menghubungkan organoid ke sensor dan aktuator, menciptakan sistem loop tertutup. Artikel Nature ini berfungsi sebagai peringatan, mendesak komunitas ilmiah untuk mengatasi dilema ini sekarang daripada setelah terjadi.
Sources
- Google News ScienceSecondary
Related
NASA: Geoid Bumi Bervariasi 191 Meter dalam Model Gravitasi
Semua Makhluk Hidup Memancarkan Cahaya Samar, Ilmuwan Eksplorasi Manfaat Medis
Astronom Amatir Temukan Kawah Meteorit Berusia 390 Juta Tahun via Google Maps
Badai Matahari Ekstrem Mungkin Tak Punya Batas Intensitas Atas, Riset Baru Peringatkan
Krisis Pendanaan Jodrell Bank Ancam 'Brain Drain' Fisika Inggris
Jejak Kaki Fosil Ungkap Kerabat Manusia 1,4 Juta Tahun Lalu Bepergian dalam Kelompok Semua Jantan
Pengayaan laser dapat memproses ulang limbah nuklir menjadi bahan bakar reaktor
Studi menemukan peristiwa geologi besar terjadi dalam siklus 27,5 juta tahun
Trending now
- Apple akan Luncurkan Tiga Produk Smart Home dengan Siri AI
- WhatsApp Tambahkan Panggilan Terenkripsi di Versi Web
- Sekolah Pasang Drone Semprot Cabai untuk Cegah Penembakan
- Dow Naik 670 Poin Berkat Laba Coca-Cola dan Sherwin-Williams
- Samsung Luncurkan Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 di Unpacked
- Nasdaq 100 Masuk Koreksi, Saham Chip Anjlok
- iPad Tahan Air Pertama Apple Akan Diluncurkan Akhir Tahun Ini
- Samsung Luncurkan Galaxy Z Fold8 Ultra, Fold8, Flip8 di Unpacked
Comments
No comments yet. Be the first.