AS Larang Impor Robot Bergerak Canggih, Termasuk Humanoid
Komisi Komunikasi Federal (FCC) pada 28 Juli 2026 mengumumkan larangan impor baru untuk perangkat robotik canggih dan inverter daya yang diproduksi di luar negeri. Larangan ini secara khusus menargetkan robot bergerak, termasuk model humanoid dan berkaki empat, serta melampaui robot berjalan.
Produsen robot China, Unitree, kemungkinan besar akan terkena dampak signifikan dari larangan ini, menurut laporan Reuters. FCC menyatakan bahwa meskipun larangan ini tidak ditujukan pada negara tertentu, dampak besarnya akan dirasakan oleh China, yang tengah meningkatkan upaya produksi robot humanoid.
Langkah ini penting karena dapat mengganggu rantai pasokan robotika canggih di Amerika Serikat dan meningkatkan ketegangan perdagangan dengan China. Robot humanoid China telah menarik perhatian dalam video viral yang menampilkan mereka menari ala Michael Jackson, bertarung MMA, dan demonstrasi lainnya.
Pengumuman ini disampaikan pada Selasa, 28 Juli 2026, sebagaimana dilaporkan oleh The Verge dan awalnya oleh Reuters. Larangan FCC mencakup perangkat robotik canggih dan inverter daya, dengan fokus pada robot bergerak seperti model humanoid dan berkaki empat.
China telah meningkatkan produksi robot humanoid, dengan beberapa model dipamerkan dalam video viral. Larangan ini merupakan langkah baru dalam pembatasan perdagangan AS yang menargetkan teknologi China, menyusul tindakan sebelumnya di sektor lain.
Langkah selanjutnya yang mungkin terjadi termasuk tantangan hukum atau tindakan balasan dari China, karena larangan ini dapat menghambat ekspansi global perusahaan robotik China. Perusahaan seperti Unitree mungkin perlu mencari pasar alternatif atau menyesuaikan rantai pasokan mereka sebagai respons terhadap pembatasan baru ini.
Sources
Related
Biaya Pendanaan Pusat Data AI Meta Naik dalam Kesepakatan $14 Miliar dengan BlackRock
American Airlines Hentikan Semua Penerbangan Nasional Akibat Gangguan IT
T-Mobile Konfirmasi Gangguan Nasional, Ponsel Terjebak Mode SOS
Airbus A350-1000ULR Terbang 24 Jam Nonstop dari Australia ke Prancis
Perkiraan Belanja Google Melonjak ke $205 Miliar, Meresahkan Investor
WhatsApp Tambahkan Panggilan Terenkripsi di Versi Web
Sekolah Pasang Drone Semprot Cabai untuk Cegah Penembakan
Samsung Luncurkan Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 di Unpacked
Trending now
- Kenya Selidiki Kematian 15 Gajah di Taman Amboseli
- Biaya Pendanaan Pusat Data AI Meta Naik dalam Kesepakatan $14 Miliar dengan BlackRock
- Cyera akuisisi Oasis Security senilai $1 miliar, akuisisi ketiga tahun ini
- Misi Penyelamatan Swift NASA Alami Masalah Kontrol Sikap
- American Airlines Hentikan Semua Penerbangan Nasional Akibat Gangguan IT
- Laba SK Hynix Q2 Melonjak 557% ke Rekor Tertinggi
- 1.100 Staf AI Desak AS Perlambat Pertumbuhan Teknologi
- Peretasan ChatGPT Lumpuhkan Perusahaan Teknologi, Panggilan Darurat Digelar
Comments
No comments yet. Be the first.