Fosil 518 Juta Tahun Ungkap Nenek Moyang Taring Laba-laba
Sebuah makhluk laut yang membatu dari 518 juta tahun lalu telah menghasilkan bukti tertua yang diketahui tentang struktur anatomi yang akhirnya berevolusi menjadi taring laba-laba. Para peneliti dari Universitas Yunnan dan Universitas Leicester mengidentifikasi chelicerae primitif—alat tambahan mirip penjepit—pada spesimen Urokodia, hewan kecil dari Periode Kambrium yang digali di situs fosil Chengjiang di Provinsi Yunnan, Tiongkok.
Penemuan ini memengaruhi pemahaman ilmiah tentang chelicerata, kelompok besar invertebrata yang mencakup laba-laba, kalajengking, dan caplak, dengan lebih dari 100.000 spesies yang telah dideskripsikan. Dengan mengungkap bentuk awal chelicerae, studi ini memberikan hubungan evolusioner langsung antara kehidupan laut purba dan bagian mulut khusus yang digunakan chelicerata modern untuk mencengkeram, menusuk, atau menikam mangsa.
Temuan ini penting karena menunjukkan asal mula adaptasi predator utama yang membantu chelicerata menjadi salah satu kelompok hewan paling sukses di lingkungan laut maupun darat. Fosil ini juga mengawetkan insang buku potensial pada kaki Urokodia, menunjukkan bahwa ia bernapas di dalam air seperti belangkas modern, dan menegaskan pentingnya situs Chengjiang, yang menyimpan lebih dari 200 jenis hewan dari awal mula kehidupan hewan.
Studi ini diterbitkan di Nature pada 4 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan 42 tahun penemuan situs Chengjiang. Urokodia hanya berukuran sekitar 2–3 cm dan memiliki mata bertangkai, kerangka bersegmen, serta anggota badan bersendi. Dengan menggunakan tomografi sinar-X, tim memindai batuan yang membungkus fosil dan menemukan bahwa jaringan lunak terawetkan dalam keadaan mumi, mengungkapkan anggota badan mirip penjepit tepat di belakang mata.
Penelitian ini dipimpin oleh Profesor Yu Liu dari Universitas Yunnan, yang juga Profesor Tamu di Universitas Leicester, dengan penulis bersama Profesor Mark Williams dari Sekolah Geografi, Geologi, dan Lingkungan Universitas Leicester. Profesor Liu mengatakan tim menyadari adanya anggota badan mirip penjepit selama analisis dan segera mengenali fosil tersebut sebagai nenek moyang jauh chelicerata yang hidup. Pekerjaan ini didukung oleh hibah dari Dinas Sains dan Teknologi Provinsi Yunnan (202401BC070012) dan Program Dukungan Bakat Revitalisasi Yunnan.
Menurut para peneliti, Urokodia hidup di ekosistem laut yang kaya selama periode penting evolusi hewan, dan fosil Chengjiang menawarkan wawasan nyata tentang bagaimana kehidupan berevolusi pada awal mula hewan. Studi ini menyoroti bahwa meskipun laba-laba modern sering menimbulkan rasa takut, bisa dan gigitan mereka berevolusi untuk menundukkan mangsa yang jauh lebih kecil, dan sebagian besar spesies tidak berbahaya bagi manusia.
Sources
- ScienceDailySecondary
Related
Eksperimen Kuantum Konfirmasi Waktu Negatif
Protein EPS8 Picu Gumpalan Protein Huntington dan ALS
Akselerasi plasma quark-gluon capai 500 MeV di tepi bola api
Dasar Laut Arktik Simpan 90% Karbon dari Permafrost Mencair
Matematikawan Buktikan Pemilu yang Adil Sempurna Mustahil
Gaya Tersembunyi Materi Gelap Perlambat Pertumbuhan Struktur Kosmik
Partikel Kecil Bisa Perkuat Awan Badai Tropis
Lubang Hitam Kecil Mungkin Picu Ledakan Bintang di Bima Sakti
Trending now
- Samsung: Krisis Chip Memori Makin Parah hingga 2028
- Eaton catat pendapatan rekor $8,53 M, naikkan proyeksi AI
- BOJ pertahankan suku bunga 1%, waspadai inflasi di atas target
- Perusahaan Robot Humanoid untuk Militer AS Picu Alarm
- Agen OpenAI Retas Hugging Face untuk Curang dalam Tolok Ukur
- Google Tarik Alat AI dari Earth karena Kekhawatiran Disinformasi
- FBI Selidiki Serangan Siber pada Sistem Air di Michigan dan Minnesota
- JWST Temukan Lubang Hitam dan Galaksi Kuno yang Menentang Teori Kosmik
Comments
No comments yet. Be the first.