Pemodelan kontak berbasis AlphaFold3 memungkinkan pengeditan basa DNA yang presisi
Para peneliti telah mengembangkan metode baru untuk pengeditan basa DNA yang presisi dengan mengintegrasikan pemodelan kontak berbasis AlphaFold3, menurut sebuah studi yang diterbitkan di Nature. Pendekatan ini memungkinkan penargetan perubahan nukleotida tunggal dalam genom yang lebih akurat, yang dapat meningkatkan terapi gen dan penelitian genetika.
Teknik ini berdampak pada ilmuwan dan klinisi yang bekerja pada pengeditan genom, terutama mereka yang menggunakan editor basa untuk memperbaiki mutasi penyebab penyakit. Dengan memprediksi interaksi protein-DNA secara lebih andal, metode ini mengurangi pengeditan di luar target, membuat perawatan lebih aman dan efektif.
Hal ini penting karena alat pengeditan basa saat ini dapat secara tidak sengaja memodifikasi situs DNA yang tidak diinginkan, membatasi potensi terapeutiknya. Pendekatan pemodelan baru ini meningkatkan presisi, berpotensi mempercepat pengembangan terapi gen untuk gangguan genetik.
Studi ini, diterbitkan pada 12 Februari 2025, melibatkan peneliti dari berbagai institusi. Mereka menggunakan AlphaFold3 untuk memodelkan struktur protein editor basa yang terikat pada DNA, memprediksi titik kontak yang menentukan akurasi pengeditan. Metode ini mencapai tingkat keberhasilan 90% dalam menargetkan basa spesifik dalam sel manusia, dibandingkan dengan 70% dengan desain konvensional.
Pekerjaan sebelumnya pada pengeditan basa, pertama kali dilaporkan pada tahun 2016, telah menghadapi tantangan dengan efek di luar target. Langkah pemodelan baru ini dibangun di atas prediksi struktur protein AlphaFold, yang memenangkan Hadiah Nobel Kimia 2024.
Langkah selanjutnya termasuk menguji metode ini pada model hewan dan akhirnya dalam uji klinis manusia. Para peneliti juga berencana untuk mengadaptasi pendekatan ini untuk alat pengeditan genom lainnya, seperti editor prima, untuk memperluas aplikasinya.
Sources
- Google News ScienceSecondary
Related
Badai Matahari Ekstrem Mungkin Tak Punya Batas Intensitas Atas, Riset Baru Peringatkan
Krisis Pendanaan Jodrell Bank Ancam 'Brain Drain' Fisika Inggris
Jejak Kaki Fosil Ungkap Kerabat Manusia 1,4 Juta Tahun Lalu Bepergian dalam Kelompok Semua Jantan
Pengayaan laser dapat memproses ulang limbah nuklir menjadi bahan bakar reaktor
Komputer organoid otak menimbulkan kekhawatiran etis, peringatan peneliti
Studi menemukan peristiwa geologi besar terjadi dalam siklus 27,5 juta tahun
Ilmuwan Peringatkan Laut Kehilangan Oksigen Saat El Niño Memasak Pasifik
'Dr Death' Gunther von Hagens, Pencipta Body Worlds, Meninggal di Usia 81
Trending now
- Samsung menjelaskan mengapa kacamata pintarnya akan lebih baik dari Meta
- Google konfirmasi kenaikan harga Pixel 11, sebut upaya efisiensi RAM
- Chuck Russell, sutradara The Mask dan The Blob, meninggal pada usia 74
- Ledakan kekayaan teknologi mendorong harga rekor untuk tulang dinosaurus, seni, dan jam tangan
- Saham Asia jatuh saat aksi jual saham AI, Brent mendekati $100
- Ryan Gosling Akan Bintangi Film Ghost Rider Marvel
- Silicon Valley Terbelah soal Ancaman AI China
- Ilmuwan Temukan Bukti 2 Bintang Pendamping Besar yang Meledak
Comments
No comments yet. Be the first.