'Dr Death' Gunther von Hagens, Pencipta Body Worlds, Meninggal di Usia 81
Gunther von Hagens, ahli anatomi Jerman yang memelopori plastinasi dan menciptakan pameran Body Worlds yang kontroversial, telah meninggal pada usia 81 tahun. Keluarganya mengumumkan kepergiannya pada hari Rabu, menyatakan bahwa ia meninggal dengan tenang di rumahnya di Heidelberg, Jerman, setelah sakit berkepanjangan. Von Hagens, yang mendapat julukan "Dr Death" karena karyanya dengan mayat manusia, merevolusi pemahaman publik tentang anatomi dengan mengawetkan tubuh melalui proses yang ia temukan pada tahun 1977.
Kematian ini berdampak pada komunitas ilmiah dan museum global, serta jutaan pengunjung yang menghadiri pameran Body Worlds di lebih dari 140 kota di seluruh dunia. Pameran yang menampilkan tubuh dan organ manusia asli yang diawetkan melalui plastinasi ini mendapat pujian atas nilai pendidikannya dan kritik dari kelompok agama dan etika yang keberatan dengan pemajangan sisa-sisa manusia di depan umum. Keluarga von Hagens menyatakan bahwa mereka akan menghormati keinginan terakhirnya: untuk memplastinasi tubuhnya sendiri dan menambahkannya ke koleksi Body Worlds, melanjutkan warisannya dalam pendidikan anatomi.
Hal ini penting karena von Hagens mengubah cara publik berinteraksi dengan anatomi manusia, membuat struktur biologis yang kompleks dapat diakses oleh orang awam. Teknik plastinasinya, yang menggantikan air dan lemak dalam jaringan dengan polimer, memungkinkan pengawetan spesimen dalam pose yang hidup, memberikan peluang pendidikan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, perdebatan etis seputar karyanya—terutama mengenai persetujuan dan komersialisasi sisa-sisa manusia—tetap relevan karena tubuhnya kini dijadwalkan untuk dipajang.
Von Hagens lahir pada tahun 1945 di tempat yang sekarang menjadi Polandia dan belajar kedokteran di Jerman sebelum mengembangkan plastinasi. Ia mendirikan Institute for Plastination di Heidelberg pada tahun 1993 dan meluncurkan pameran Body Worlds pertama di Jepang pada tahun 1995. Pameran tersebut telah dilihat oleh lebih dari 50 juta orang di seluruh dunia. Karyanya tidak lepas dari kontroversi: pada tahun 2002, ia melakukan otopsi publik di televisi di London, yang menyebabkan tantangan hukum dan protes.
Ke depannya, rencana keluarga untuk memplastinasi tubuh von Hagens dan memamerkannya diperkirakan akan memicu kembali diskusi tentang etika pemajangan sisa-sisa manusia. Proses ini kemungkinan akan memakan waktu beberapa bulan, dan spesimen tersebut akan bergabung dengan koleksi Body Worlds yang ada, yang terus melakukan tur internasional. Kematian von Hagens menandai berakhirnya era bagi ilmu anatomi, tetapi tekniknya dan perdebatan yang dipicunya akan bertahan.
Sources
- BBC EntertainmentSecondary
- BBC WorldSecondary
Related
NASA: Geoid Bumi Bervariasi 191 Meter dalam Model Gravitasi
Semua Makhluk Hidup Memancarkan Cahaya Samar, Ilmuwan Eksplorasi Manfaat Medis
Astronom Amatir Temukan Kawah Meteorit Berusia 390 Juta Tahun via Google Maps
Badai Matahari Ekstrem Mungkin Tak Punya Batas Intensitas Atas, Riset Baru Peringatkan
Krisis Pendanaan Jodrell Bank Ancam 'Brain Drain' Fisika Inggris
Jejak Kaki Fosil Ungkap Kerabat Manusia 1,4 Juta Tahun Lalu Bepergian dalam Kelompok Semua Jantan
Pengayaan laser dapat memproses ulang limbah nuklir menjadi bahan bakar reaktor
Komputer organoid otak menimbulkan kekhawatiran etis, peringatan peneliti
Trending now
- Airbus A350-1000ULR Terbang 24 Jam Nonstop dari Australia ke Prancis
- Sega Dreamcast Dapat Game Baru 25 Tahun Setelah Dihentikan
- Roket Falcon 9 Tabrak Bulan dengan Energi 11,8 Gigajoule
- Xbox Umumkan Lineup Gamescom 2026: Fable, Gears of War: E-Day
- Perkiraan Belanja Google Melonjak ke $205 Miliar, Meresahkan Investor
- Double Fine PHK Karyawan Setelah Berpisah dari Xbox
- Robot NASA kehilangan kendali setelah kegagalan komponen
- WhatsApp Tambahkan Panggilan Terenkripsi di Versi Web
Comments
No comments yet. Be the first.