MAVEN NASA Ungkap Siklus Dungey Dorong Aurora di Mars
Ilmuwan NASA telah menemukan bahwa proses serupa dengan yang menciptakan aurora di Bumi juga menghasilkan jenis aurora tertentu di Mars, tetapi dalam skala yang jauh lebih kecil. Temuan yang dipublikasikan di Nature Communications ini mengungkapkan bahwa versi mini dari siklus Dungey—sebuah mekanisme yang melibatkan rekoneksi magnetik yang memberi energi pada partikel bermuatan—terjadi di atas medan magnet kerak Mars yang kuat. Proses ini sebelumnya diketahui mendorong aurora Bumi, tetapi perannya di Mars belum sepenuhnya dipahami hingga sekarang.
Penemuan ini memengaruhi pemahaman kita tentang atmosfer Mars dan interaksinya dengan angin matahari. Tidak seperti Bumi yang memiliki medan magnet global yang dihasilkan oleh intinya, Mars memiliki medan magnet lokal di keraknya, sisa-sisa medan global kuno yang menghilang miliaran tahun lalu. Medan kerak ini menciptakan magnetosfer kecil tempat siklus mirip Dungey dapat terjadi, menembakkan elektron ke atmosfer untuk menghasilkan aurora. Studi ini menggunakan data dari wahana antariksa MAVEN milik NASA, yang mengorbit Mars dari tahun 2014 hingga misinya berakhir pada Juni 2025 setelah kehilangan sinyal pada Desember 2024.
Temuan ini penting karena menjelaskan bagaimana elektron diberi energi untuk menciptakan aurora Mars, sebuah pertanyaan yang membingungkan para ilmuwan. Ini juga menunjukkan bahwa siklus Dungey dapat beroperasi pada skala besar dan kecil, menunjukkan bahwa siklus ini mungkin terjadi di tempat lain di tata surya. Memahami proses ini membantu ilmuwan mempelajari bagaimana lingkungan matahari memengaruhi Mars, yang sangat penting untuk merencanakan misi robotik dan berawak di masa depan ke Planet Merah.
Studi ini dipimpin oleh Shaosui Xu dari University of California, Berkeley, yang mencatat bahwa bagian terakhir dari teka-teki berasal dari data instrumen STATIC milik MAVEN, yang mengukur aliran plasma. Penelitian ini juga menggunakan Magnetometer dan Solar Wind Electron Analyzer untuk menentukan konfigurasi magnetik dan arus listrik. Misi MAVEN, bagian dari Program Eksplorasi Mars NASA, dikelola oleh Goddard Space Flight Center, dengan peneliti utama di University of Colorado Boulder.
Langkah selanjutnya termasuk analisis lebih lanjut dari data MAVEN untuk mengungkap lebih banyak wawasan tentang evolusi Mars dan perbedaannya dari Bumi. Temuan ini juga menginformasikan misi masa depan dengan meningkatkan prediksi tentang bagaimana badai matahari memengaruhi atmosfer Mars.
Sources
- NASASecondary
Related
Teleskop Radio Deteksi Sampah Antariksa di Siang Hari untuk Pertama Kalinya
Bintang Pendamping Betelgeuse Tertangkap dalam Gambar Terjelas
JWST Tak Temukan Bola Dyson di Sekitar Dua Bintang Kandidat
Astronom Temukan Lubang Hitam Pengembara Langka yang Mencabik Bintang
Roket SpaceX Akan Tabrak Bulan dengan Kecepatan 5.400 MPH
Tantangan penggunaan ulang cepat Starship masih ada meskipun ada keberhasilan baru-baru ini
Amazon memperluas rencana satelit untuk konektivitas ponsel
Tim sains NASA akan mempelajari Matahari dan atmosfer selama gerhana matahari total 12 Agustus
Trending now
- David Jonsson Pemeran T'Challa II di Black Panther 3
- iPad Tahan Air Pertama Apple Akan Diluncurkan Akhir Tahun Ini
- Gagal pasokan air membuat Gatwick tanpa toilet berfungsi
- Apple akan Luncurkan Tiga Produk Smart Home dengan Siri AI
- Meta meningkatkan chatbot AI dengan fitur kalender, briefing, dan riset
- Sutradara Chuck Russell, Sutradara The Mask, Meninggal di Usia 74
- Ryan Gosling Akan Bintangi Film Ghost Rider Marvel
- Astronot NASA Chris Williams Kembali ke Bumi Setelah Misi 8 Bulan
Comments
No comments yet. Be the first.