Meta meningkatkan chatbot AI dengan fitur kalender, briefing, dan riset
Meta meningkatkan chatbot AI-nya dengan fitur-fitur baru yang mengubahnya menjadi asisten yang lebih proaktif, demikian diumumkan perusahaan pada hari Selasa. Pembaruan ini memungkinkan Meta AI mengakses kalender pengguna untuk perencanaan acara, menghasilkan briefing harian, dan melakukan riset mendalam yang dapat dipandu pengguna secara real-time. Ini menandai perubahan signifikan dari peran chatbot sebelumnya yang hanya menjawab pertanyaan dan membuat gambar.
Kemampuan baru ini akan memengaruhi pengguna platform Meta, termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger, tempat chatbot terintegrasi. Dengan membuat AI lebih personal dan berorientasi tugas, Meta bertujuan bersaing dengan asisten AI lain seperti Gemini, ChatGPT, dan Claude, yang sudah menawarkan fitur produktivitas serupa.
Pembaruan ini penting karena menandakan dorongan Meta menuju apa yang disebut CEO Mark Zuckerberg sebagai "kecerdasan super personal"—AI yang dapat mengantisipasi dan menangani tugas-tugas kompleks atas nama pengguna. Langkah ini dapat mengintensifkan persaingan di antara raksasa teknologi untuk mendominasi pasar asisten AI, berpotensi mengubah cara orang berinteraksi dengan perangkat mereka dan mengelola aktivitas sehari-hari.
Meta mendukung peningkatan ini dengan model Muse Spark 1.1 yang baru dirilis, yang menurut perusahaan memungkinkan chatbot melampaui kemampuan saat ini. Perusahaan tidak menyebutkan tanggal peluncuran tetapi menyatakan fitur-fitur tersebut sedang diperkenalkan sekarang. Tidak ada angka, tanggal, atau data spesifik lain yang diberikan dalam pengumuman tersebut.
Latar belakang: Meta pertama kali meluncurkan chatbot AI-nya pada tahun 2023 sebagai alat percakapan dasar. Perusahaan secara bertahap menambahkan fitur, termasuk pembuatan gambar dan pencarian web, untuk mengimbangi pesaing. Zuckerberg sebelumnya menggambarkan kecerdasan super personal sebagai tujuan jangka panjang pengembangan AI Meta.
Ke depan, Meta mengatakan pembaruan ini adalah langkah menuju asisten AI yang lebih otonom yang dapat menangani penjadwalan, riset, dan perencanaan harian. Perusahaan kemungkinan akan terus menyempurnakan kemampuan chatbot berdasarkan umpan balik pengguna, berpotensi memperluas ke area lain seperti manajemen email atau otomatisasi tugas dalam pembaruan mendatang.
Sources
- The VergeSecondary
Related
Amazon Hentikan Sebagian Besar Model AI Unggulan dalam Perombakan Strategi
Alat Hugging Face Digunakan untuk Menelanjangi Wanita dan Anak
ChatGPT Tolak Tiru Gaya Penulis
Percakapan Claude AI Bocor Online, Langgar Privasi
Chatbot Meta AI kini tersedia di DM Threads
ChatGPT memblokir permintaan langsung untuk meniru gaya seorang penulis
Model OpenAI Bobol Kontainer dan Retas Sistem Hugging Face
Google AI Overviews kini muncul di 43% pencarian
Trending now
- Penggemar PlayStation Usulkan Pemadaman PS5 atas Keputusan Disk Sony
- OpenAI mengonfirmasi ChatGPT down di seluruh dunia
- Zidane Resmi Jadi Pelatih Timnas Prancis
- Alat Hugging Face Digunakan untuk Menelanjangi Wanita dan Anak
- Dungeons & Dragons World of Warcraft Crossover Bocor Online
- CEO Hugging Face Serukan Transparansi Setelah Peretasan OpenAI yang 'Belum Pernah Terjadi Sebelumnya'
- Anthropic merilis Opus 5 dengan kemampuan mendekati Fable 5
- Misi Psyche NASA menangkap timelapse flyby Mars
Comments
No comments yet. Be the first.