Kecerdasan buatan

Meta meningkatkan chatbot AI dengan fitur kalender, briefing, dan riset

1 min read

Meta meningkatkan chatbot AI dengan fitur kalender, briefing, dan riset
Photo: Mark Zeller · Unsplash
0 0
XWhatsAppTelegramLinkedIn

Meta meningkatkan chatbot AI-nya dengan fitur-fitur baru yang mengubahnya menjadi asisten yang lebih proaktif, demikian diumumkan perusahaan pada hari Selasa. Pembaruan ini memungkinkan Meta AI mengakses kalender pengguna untuk perencanaan acara, menghasilkan briefing harian, dan melakukan riset mendalam yang dapat dipandu pengguna secara real-time. Ini menandai perubahan signifikan dari peran chatbot sebelumnya yang hanya menjawab pertanyaan dan membuat gambar.

Kemampuan baru ini akan memengaruhi pengguna platform Meta, termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger, tempat chatbot terintegrasi. Dengan membuat AI lebih personal dan berorientasi tugas, Meta bertujuan bersaing dengan asisten AI lain seperti Gemini, ChatGPT, dan Claude, yang sudah menawarkan fitur produktivitas serupa.

Pembaruan ini penting karena menandakan dorongan Meta menuju apa yang disebut CEO Mark Zuckerberg sebagai "kecerdasan super personal"—AI yang dapat mengantisipasi dan menangani tugas-tugas kompleks atas nama pengguna. Langkah ini dapat mengintensifkan persaingan di antara raksasa teknologi untuk mendominasi pasar asisten AI, berpotensi mengubah cara orang berinteraksi dengan perangkat mereka dan mengelola aktivitas sehari-hari.

Meta mendukung peningkatan ini dengan model Muse Spark 1.1 yang baru dirilis, yang menurut perusahaan memungkinkan chatbot melampaui kemampuan saat ini. Perusahaan tidak menyebutkan tanggal peluncuran tetapi menyatakan fitur-fitur tersebut sedang diperkenalkan sekarang. Tidak ada angka, tanggal, atau data spesifik lain yang diberikan dalam pengumuman tersebut.

Latar belakang: Meta pertama kali meluncurkan chatbot AI-nya pada tahun 2023 sebagai alat percakapan dasar. Perusahaan secara bertahap menambahkan fitur, termasuk pembuatan gambar dan pencarian web, untuk mengimbangi pesaing. Zuckerberg sebelumnya menggambarkan kecerdasan super personal sebagai tujuan jangka panjang pengembangan AI Meta.

Ke depan, Meta mengatakan pembaruan ini adalah langkah menuju asisten AI yang lebih otonom yang dapat menangani penjadwalan, riset, dan perencanaan harian. Perusahaan kemungkinan akan terus menyempurnakan kemampuan chatbot berdasarkan umpan balik pengguna, berpotensi memperluas ke area lain seperti manajemen email atau otomatisasi tugas dalam pembaruan mendatang.

Sources

Report / request removal

Related

Comments

No comments yet. Be the first.