Sains

Robot burung berenang di bawah air lalu terbang

2 min read

Robot burung berenang di bawah air lalu terbang
Photo: Yassine Khalfalli · Unsplash
0 0
XWhatsAppTelegramLinkedIn

Para insinyur telah menciptakan robot yang bisa berenang di bawah air dan meluncurkan diri kembali ke udara, meniru perilaku burung puffin. Robot seukuran burung ini adalah yang pertama dari jenisnya yang menggabungkan kemampuan menyelam, berenang, dan terbang dalam satu perangkat.

Robot ini dikembangkan oleh tim di MIT, dan desainnya terinspirasi oleh puffin, burung laut yang bisa terbang dan menyelam untuk mencari ikan. Robot ini menggunakan sayap yang mengepak untuk mendorong dirinya melalui air dan udara, memungkinkannya bertransisi dengan mulus antar lingkungan. Inovasi ini dapat memengaruhi bidang seperti pemantauan lingkungan, pencarian dan penyelamatan, serta pengamatan satwa liar, di mana robot yang dapat beroperasi di berbagai media sangat berharga.

Kemampuan berenang dan terbang signifikan karena memungkinkan robot mengakses area yang sulit dijangkau oleh drone tradisional atau kendaraan bawah air. Misalnya, robot ini dapat digunakan untuk mempelajari kehidupan laut atau memeriksa infrastruktur bawah air tanpa memerlukan perangkat terpisah untuk udara dan air. Desain robot ini mengatasi tantangan bergerak dari air ke udara, yang memerlukan mengatasi hambatan dan menghasilkan daya angkat yang cukup.

Menurut laporan, robot ini memiliki berat yang sama dengan puffin asli dan dapat mengepakkan sayapnya untuk berenang di bawah air sebelum meluncur ke atas. Tim MIT melakukan pengujian yang menunjukkan robot dapat menyelam, berenang, dan kemudian lepas landas dari permukaan air. Angka spesifik tentang kecepatan atau kedalaman tidak diberikan dalam materi sumber, tetapi robot digambarkan berada pada skala burung.

Perkembangan ini dibangun dari penelitian sebelumnya dalam robotika bio-inspirasi, di mana para insinyur telah lama berusaha menciptakan mesin yang meniru gerakan hewan. Robot sebelumnya telah mampu terbang atau berenang, tetapi menggabungkan keduanya dalam paket kecil dan ringan merupakan tantangan. Keberhasilan tim MIT dengan desain yang terinspirasi puffin menandai langkah maju dalam robotika multi-lingkungan.

Ke depannya, para peneliti berencana untuk menyempurnakan efisiensi dan kontrol robot, yang berpotensi mengarah pada aplikasi praktis dalam waktu dekat. Robot ini pada akhirnya dapat digunakan untuk tugas-tugas seperti memantau ekosistem pesisir atau membantu dalam respons bencana, di mana ia dapat bergerak melalui udara dan air untuk menjangkau korban atau mengumpulkan data.

Sources

Report / request removal

Related

Comments

No comments yet. Be the first.