Studi menjelaskan bagaimana lubang hitam terus tumbuh meskipun memiliki pancaran energi yang kuat
Penelitian baru telah mengungkap mengapa lubang hitam sepertinya tidak pernah kehabisan bahan bakar, meskipun pancaran kuat mereka yang meledakkan gas di sekitarnya jauh-jauh. Studi ini menunjukkan bahwa pancaran ini sebenarnya menciptakan proses daur ulang yang memberi makan lubang hitam dari waktu ke waktu.
Penemuan ini memengaruhi pemahaman kita tentang bagaimana lubang hitam supermasif di pusat galaksi tumbuh dan memengaruhi galaksi induknya. Hal ini penting karena lubang hitam memainkan peran kunci dalam evolusi galaksi, dan mekanisme pertumbuhan mereka telah lama membingungkan para ilmuwan.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada 15 Mei 2024 ini menggunakan simulasi komputer untuk memodelkan perilaku gas di sekitar lubang hitam. Simulasi menunjukkan bahwa pancaran memanaskan gas di sekitarnya, menyebabkannya naik dan kemudian mendingin dan jatuh kembali ke lubang hitam dalam siklus yang berkelanjutan.
Studi sebelumnya menunjukkan bahwa pancaran lubang hitam hanya akan mendorong gas menjauh, membuat lubang hitam kelaparan. Namun, penelitian baru ini menunjukkan bahwa pancaran menciptakan lingkaran umpan balik yang mempertahankan pasokan bahan bakar lubang hitam.
Langkah selanjutnya bagi para peneliti adalah menguji temuan ini dengan pengamatan dari teleskop seperti Teleskop Luar Angkasa James Webb. Jika dikonfirmasi, mekanisme ini dapat menjelaskan bagaimana lubang hitam telah tumbuh begitu besar sepanjang waktu kosmik.
Sources
- WiredSecondary
Related
Badai Matahari Ekstrem Mungkin Tak Punya Batas Intensitas Atas, Riset Baru Peringatkan
Krisis Pendanaan Jodrell Bank Ancam 'Brain Drain' Fisika Inggris
Jejak Kaki Fosil Ungkap Kerabat Manusia 1,4 Juta Tahun Lalu Bepergian dalam Kelompok Semua Jantan
Pengayaan laser dapat memproses ulang limbah nuklir menjadi bahan bakar reaktor
Komputer organoid otak menimbulkan kekhawatiran etis, peringatan peneliti
Studi menemukan peristiwa geologi besar terjadi dalam siklus 27,5 juta tahun
Ilmuwan Peringatkan Laut Kehilangan Oksigen Saat El Niño Memasak Pasifik
'Dr Death' Gunther von Hagens, Pencipta Body Worlds, Meninggal di Usia 81
Trending now
- Penggemar PlayStation Usulkan Pemadaman PS5 atas Keputusan Disk Sony
- iPad Tahan Air Pertama Apple Akan Diluncurkan Akhir Tahun Ini
- OpenAI mengonfirmasi ChatGPT down di seluruh dunia
- Zidane Resmi Jadi Pelatih Timnas Prancis
- Dungeons & Dragons World of Warcraft Crossover Bocor Online
- Alat Hugging Face Digunakan untuk Menelanjangi Wanita dan Anak
- Meta meningkatkan chatbot AI dengan fitur kalender, briefing, dan riset
- Anthropic merilis Opus 5 dengan kemampuan mendekati Fable 5
Comments
No comments yet. Be the first.