SpaceX Starship menyelesaikan uji terbang dan pendaratan di laut yang sukses
SpaceX berhasil menyelesaikan uji terbang roket raksasa Starship pada hari Kamis, mencapai pendaratan lunak di Samudra Hindia sekitar satu jam setelah peluncuran. Tonggak sejarah ini menandai langkah signifikan dalam pengembangan roket terkuat di dunia, yang dirancang untuk misi ke Bulan dan Mars.
Uji terbang tanpa awak ini melihat pesawat ruang angkasa Starship terpisah dari pendorong Super Heavy, yang juga melakukan pendaratan terkendali di Teluk Meksiko. Seluruh penerbangan berlangsung sekitar 90 menit, dengan Starship mencapai kecepatan orbit sebelum masuk kembali ke atmosfer dan melakukan penurunan terkendali ke Samudra Hindia. Tidak ada kru atau kargo yang dibawa dalam uji ini.
Keberhasilan ini penting karena uji Starship sebelumnya berakhir dengan ledakan atau kehilangan kendaraan. Kemampuan untuk meluncurkan dan mendaratkan kedua tahap dengan aman sangat penting bagi rencana SpaceX untuk menggunakan Starship dalam program Artemis NASA, yang bertujuan mengembalikan astronot ke Bulan pada akhir dekade ini. Roket ini juga menjadi pusat tujuan jangka panjang SpaceX untuk mendirikan pemukiman manusia di Mars.
Penerbangan hari Kamis adalah uji keempat dari tumpukan Starship penuh. Upaya pertama pada April 2023 berakhir dengan ledakan berapi-api beberapa menit setelah lepas landas. Uji kedua pada November 2023 berhasil memisahkan tahap tetapi kedua tahap hilang. Uji ketiga pada Maret 2024 mencapai luar angkasa tetapi hancur saat masuk kembali. Penerbangan keempat ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kinerja dan kendali kendaraan.
SpaceX sekarang akan menganalisis data dari penerbangan untuk mempersiapkan misi masa depan. Perusahaan telah menyatakan bahwa langkah selanjutnya termasuk menyempurnakan sistem pendaratan dan akhirnya melakukan uji pengisian bahan bakar orbital, yang diperlukan untuk perjalanan ruang angkasa jangka panjang. NASA mengawasi perkembangan ini dengan cermat karena Starship dijadwalkan menjadi sistem pendaratan manusia untuk misi Artemis III, yang saat ini ditargetkan paling cepat tahun 2025.
Sources
- BBC ScienceSecondary
Related
JWST Tak Temukan Bola Dyson di Sekitar Dua Bintang Kandidat
Astronom Temukan Lubang Hitam Pengembara Langka yang Mencabik Bintang
Roket SpaceX Akan Tabrak Bulan dengan Kecepatan 5.400 MPH
Tantangan penggunaan ulang cepat Starship masih ada meskipun ada keberhasilan baru-baru ini
Amazon memperluas rencana satelit untuk konektivitas ponsel
Tim sains NASA akan mempelajari Matahari dan atmosfer selama gerhana matahari total 12 Agustus
Swift NASA mendeteksi lubang hitam pengembara yang mencabik bintang jauh dari inti galaksi
Saham Rocket Lab Melonjak Setelah Mendapatkan Kontrak Peluncuran Terbesar dengan Pentagon
Trending now
- Samsung menjelaskan mengapa kacamata pintarnya akan lebih baik dari Meta
- Chuck Russell, sutradara The Mask dan The Blob, meninggal pada usia 74
- Saham Asia jatuh saat aksi jual saham AI, Brent mendekati $100
- Ryan Gosling Akan Bintangi Film Ghost Rider Marvel
- Silicon Valley Terbelah soal Ancaman AI China
- Sutradara Chuck Russell, Sutradara The Mask, Meninggal di Usia 74
- Ilmuwan Temukan Bukti 2 Bintang Pendamping Besar yang Meledak
- Astronot NASA Chris Williams Kembali ke Bumi Setelah Misi 8 Bulan
Comments
No comments yet. Be the first.