Sains

Hormon Stres CRH Bantu Perbaikan Mielin Otak

Published 14 Agu 2026, 15.181 min readNewUJ Editorial Desk

Hormon Stres CRH Bantu Perbaikan Mielin Otak
Photo: Yassine Khalfalli · Unsplash
0 0
XWhatsAppTelegramLinkedIn

Hormon stres yang disebut hormon pelepas kortikotropin (CRH) membantu mengendalikan perbaikan mielin, selubung isolasi di sekitar serabut saraf, setelah cedera otak, menurut penelitian yang diterbitkan di Cell Reports pada 14 Agustus 2026.

Para ilmuwan di Max Planck Institute of Psychiatry menemukan bahwa sel progenitor oligodendrosit (OPC) di dekat jaringan otak yang rusak menghasilkan CRH, yang mengatur waktu pematangan mereka menjadi sel penghasil mielin. Ahli neurobiologi Jan Deussing dan mahasiswa doktoral Clemens Ries mengidentifikasi sel-sel tersebut setelah memperhatikan respons yang berulang pada tikus dengan kerusakan otak. Ries menguji penanda untuk semua jenis sel yang diketahui dan menemukan hanya OPC yang merespons. Sel prekursor ini berkembang biak di sekitar tepi luka.

Sekitar sepertiga OPC di dekat cedera mengaktifkan CRH dalam hitungan jam, tetapi produksinya berhenti setelah sekitar tiga hari, menunjukkan peran dalam penyembuhan awal. Reseptor CRH 1 (CRHR1) pada populasi OPC yang terpisah memungkinkan sel merespons hormon tersebut. Ketika CRHR1 tidak ada, OPC berkembang biak lebih cepat setelah cedera tetapi akhirnya menghasilkan lebih sedikit oligodendrosit matang, sehingga perbaikan mielin tidak lengkap. Kehilangan mielin terjadi pada multiple sclerosis dan cedera fisik dan dapat menyebabkan kematian neuron.

Selama perkembangan otak normal, OPC juga membangun mielin sejak lahir hingga dewasa muda. Tikus yang kekurangan CRHR1 menghasilkan lebih banyak OPC di awal perkembangan dan, sebagai orang dewasa, memiliki selubung mielin yang lebih tebal, terutama di sekitar akson tipis. Itu menunjukkan bahwa CRHR1 pada OPC memengaruhi perbaikan cedera dan mielinisasi perkembangan. Para ilmuwan berhipotesis bahwa neuron yang sedang berkembang melepaskan CRH untuk mengatur perkembangbiakan dan pematangan OPC.

Neuron diketahui melepaskan CRH selama stres, dan stres awal kehidupan merupakan faktor risiko gangguan kejiwaan. Deussing berspekulasi bahwa pada kondisi terkait stres seperti depresi, sistem CRH di OPC mungkin memainkan peran yang lebih besar daripada yang diketahui sebelumnya. Jika dikonfirmasi, jalur ini dapat menunjukkan pendekatan terapi baru.

Sources

Report / request removal

Related

Comments

No comments yet. Be the first.