El Niño Bisa Bikin 2027 Lebih Panas dari 2024
Musim panas yang brutal dengan panas ekstrem memecahkan rekor di belahan bumi utara didorong oleh perubahan iklim, dan fenomena El Niño yang sedang berkembang bisa membuat 2027 lebih panas lagi, menurut para ilmuwan dan analis iklim. Eropa mengalami periode Juni–Juli terpanas sepanjang sejarah, Amerika Serikat (daratan) mencatat Juli terpanas, dan Korea Selatan mencatat suhu tertinggi sepanjang masa.
Panas ini telah memengaruhi jutaan orang, dengan Eropa dihantam gelombang panas berulang kali dan AS memecahkan rekor yang bertahan sejak Juli 1936, saat Dust Bowl. Perubahan iklim membuat gelombang panas seperti ini lebih mungkin terjadi dan lebih intens, dan Eropa adalah benua dengan pemanasan tercepat di dunia, kedua setelah Arktik dalam pemanasan regional.
Sebuah studi tentang gelombang panas Mei di Eropa menemukan bahwa peristiwa serupa pada 1976 akan lebih dingin sekitar 3,5 °C (6,3 °F) dibandingkan kondisi saat ini. Rekor Juli di AS daratan tidak mencakup Alaska dan Hawaii, dan kejatuhannya mengkhawatirkan karena memecahkan rekor yang dibuat saat bencana lingkungan.
Fase El Niño saat ini, yang didefinisikan oleh National Oceanic and Atmospheric Administration sebagai periode ketika bagian tertentu dari Samudra Pasifik lebih panas 0,5 °C dari biasanya ditambah perubahan atmosfer terkait, diperkirakan akan sangat kuat. Beberapa prakiraan memperkirakan peristiwa ini bisa memuncak di atas 3,5 °C dari rata-rata, berpotensi menjadi yang terkuat sepanjang sejarah, dan ilmuwan iklim Zeke Hausfather menulis dalam analisis untuk Carbon Brief bahwa ini mewakili "salah satu onset tercepat dalam catatan pengamatan."
El Niño tidak menambah energi ke sistem iklim tetapi melepaskan panas yang tersimpan di lautan ke atmosfer, dan efeknya pada suhu global cenderung tertinggal beberapa bulan dari perkembangan pola lautan. El Niño terbaru berkembang pada 2023 dan berlanjut ke 2024, dan 2024 adalah tahun terpanas sepanjang sejarah, kata Hausfather. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengatakan dalam pernyataan video Juni, "Kondisi El Niño akan menuangkan bahan bakar ke api dunia yang memanas."
Individu dapat bersiap dengan membeli AC, memasang panel surya dan baterai cadangan, atau meningkatkan isolasi rumah, tetapi suhu jangka panjang akan terus naik karena pembakaran bahan bakar fosil terus berlanjut. Guterres mengatakan satu-satunya respons efektif adalah aksi iklim yang setara dengan krisis, termasuk mengakhiri kecanduan bahan bakar fosil, mempercepat energi terbarukan, melindungi yang rentan, dan memberikan sistem peringatan dini.
Sources
- MIT Technology ReviewSecondary
Related
BES III Temukan Bukti Terkuat Glueball
Gerhana Matahari Terdramatis di Inggris dan Eropa dalam 30 Tahun
Gerhana Matahari Sebagian, Matahari Tertutup Terbanyak sejak 1999
Ilmuwan Ciptakan Klon Betina dari Tikus Jantan untuk Pertama Kalinya
Studi: Otak Dewasa Bisa Perbaiki Diri dengan Pindahkan Inti Sel
Starlink Petakan Atmosfer Atas Bumi dalam Tomografi Pertama
Ritme Otak Kunci Sukses DBS Parkinson
Jamur Bunuh Ulat Tentara Afrika, Petani Berharap
Trending now
- Anthropic Beri Tanda Air pada Semua Konten yang Diproses Claude
- Eurovision 2027 Digelar di Burgas, Bulgaria
- SK Hynix Investasi Rp11.000 Triliun untuk Jaringan Fab Memori Terbesar
- Bandara Incheon Jadi Tersibuk Dunia untuk Penumpang Internasional
- Inflasi Juli Naik 0,1%, Tingkat Tahunan 3,4%
- India Dorong Lonjakan 11% Kapasitas Tambang Batubara
- Saham Maersk Melonjak 8% Setelah Laba Jauh di Atas Perkiraan
- Eropa Alami Gerhana Matahari Terbaik sejak 1999
Comments
No comments yet. Be the first.