Spacex akan meluncurkan drone perbaikan satelit dengan lengan robot ke orbit Bumi hari ini
Spacex dijadwalkan meluncurkan drone perbaikan satelit yang dilengkapi lengan robot ke orbit Bumi hari ini, menandai langkah signifikan dalam teknologi servis di orbit. Misi ini, hasil kerja sama antara Spacex dan Northrop Grumman, akan mengerahkan kendaraan yang dirancang untuk memperpanjang umur satelit yang sudah ada di luar angkasa.
Muatan utamanya adalah Mission Robotic Vehicle (MRV-1) milik Northrop Grumman, sebuah pesawat ruang angkasa dengan dua lengan robot yang dapat melakukan perbaikan, pengisian bahan bakar, atau relokasi satelit. Drone ini menuju orbit geosinkron, tempat banyak satelit komunikasi dan cuaca beroperasi. Peluncuran dijadwalkan dari Cape Canaveral, Florida, menggunakan roket Falcon 9 milik Spacex.
Misi ini penting karena menunjukkan kemampuan baru untuk merawat satelit yang awalnya tidak dirancang untuk perawatan. Saat ini, satelit yang kehabisan bahan bakar atau mengalami kerusakan kecil sering dibiarkan menjadi puing antariksa. MRV-1 dapat mengubah hal itu dengan memungkinkan perbaikan di orbit, berpotensi menghemat jutaan dolar dan mengurangi kekacauan orbital.
Menurut sumber, Falcon 9 dijadwalkan lepas landas hari ini dari Kennedy Space Center. MRV-1 diperkirakan akan beroperasi selama satu dekade, melakukan berbagai tugas servis. Waktu peluncuran dan jendela spesifik tidak dirinci dalam informasi yang diberikan, tetapi liputan langsung tersedia untuk pemirsa.
Northrop Grumman sebelumnya telah mendemonstrasikan servis satelit dengan Mission Extension Vehicle (MEV), yang merapat dan memperpanjang umur satelit pada tahun 2020. MRV-1 merupakan evolusi, menambahkan lengan robot untuk operasi yang lebih kompleks.
Setelah peluncuran, MRV-1 akan menjalani pemeriksaan sebelum memulai perjalanannya ke orbit geosinkron. Tugas pertamanya tidak disebutkan, tetapi misi ini bertujuan membuktikan bahwa servis robotik dapat menjadi bagian rutin dari operasi antariksa. Keberhasilan dapat mengarah pada lebih banyak misi semacam itu, berpotensi mengubah cara satelit dikelola selama masa pakainya.
Sources
- Google News ScienceSecondary
- Google News GlobalSecondary
- Google News GlobalSecondary
- Google News ScienceSecondary
Related
Teleskop Radio Deteksi Sampah Antariksa di Siang Hari untuk Pertama Kalinya
Bintang Pendamping Betelgeuse Tertangkap dalam Gambar Terjelas
JWST Tak Temukan Bola Dyson di Sekitar Dua Bintang Kandidat
Astronom Temukan Lubang Hitam Pengembara Langka yang Mencabik Bintang
Roket SpaceX Akan Tabrak Bulan dengan Kecepatan 5.400 MPH
Tantangan penggunaan ulang cepat Starship masih ada meskipun ada keberhasilan baru-baru ini
Amazon memperluas rencana satelit untuk konektivitas ponsel
Tim sains NASA akan mempelajari Matahari dan atmosfer selama gerhana matahari total 12 Agustus
Trending now
- Sutradara Chuck Russell, Sutradara The Mask, Meninggal di Usia 74
- Apple akan Luncurkan Tiga Produk Smart Home dengan Siri AI
- iPad Tahan Air Pertama Apple Akan Diluncurkan Akhir Tahun Ini
- Astronot NASA Chris Williams Kembali ke Bumi Setelah Misi 8 Bulan
- Zidane Resmi Jadi Pelatih Timnas Prancis
- Alat Hugging Face Digunakan untuk Menelanjangi Wanita dan Anak
- David Jonsson Pemeran T'Challa II di Black Panther 3
- NASA: Geoid Bumi Bervariasi 191 Meter dalam Model Gravitasi
Comments
No comments yet. Be the first.