Otomotif

Baterai EV melampaui prediksi awal masa pakai

1 min read

Baterai EV melampaui prediksi awal masa pakai
Photo: Volodymyr Leush · Unsplash
0 0
XWhatsAppTelegramLinkedIn

Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa baterai kendaraan listrik mungkin bertahan jauh lebih lama dari perkiraan sebelumnya, menantang asumsi awal tentang masa pakainya. Peneliti di SLAC-Stanford Battery Center menganalisis data dari 92 baterai EV komersial selama dua tahun dan menemukan bahwa kondisi berkendara di dunia nyata—seperti lalu lintas stop-and-go dan kebiasaan pengisian daya yang bervariasi—justru memperlambat degradasi baterai, berlawanan dengan uji lab yang sering mempercepat keausan. Ini berarti pemilik EV dapat menggunakan kendaraan mereka selama puluhan tahun tanpa perlu mengganti baterai, mengurangi biaya jangka panjang dan limbah lingkungan. Studi yang diterbitkan di *Nature Energy* pada 9 Desember 2024 ini menggunakan pembelajaran mesin untuk memprediksi bahwa baterai dapat bertahan hingga 38% lebih lama dari proyeksi lab. Misalnya, baterai yang diperkirakan bertahan 150.000 mil kini dapat diharapkan melebihi 200.000 mil. Penelitian sebelumnya menunjukkan baterai akan terdegradasi lebih cepat karena pengisian cepat yang sering dan suhu tinggi, tetapi data baru ini menunjukkan bahwa pola berkendara yang dinamis membantu menjaga kapasitas. Temuan ini dapat memengaruhi produsen mobil untuk memperpanjang garansi dan mendorong konsumen untuk mempertimbangkan EV dengan lebih serius. Langkah selanjutnya termasuk pengujian lebih lanjut pada kimia baterai yang berbeda dan penuaan di dunia nyata untuk menyempurnakan prediksi, yang berpotensi mengubah prospek ekonomi dan lingkungan pasar EV.

Sources

Report / request removal

Related

Comments

No comments yet. Be the first.