Pecahan asteroid 800 juta tahun lalu mungkin membombardir Bumi
Para ilmuwan telah mengidentifikasi pecahan asteroid besar di dekat gerbang gravitasi Jupiter yang terjadi sekitar 800 juta tahun lalu, sebuah peristiwa yang mereka yakini mungkin memicu pemboman berkepanjangan di tata surya bagian dalam, termasuk Bumi. Tabrakan tersebut menghancurkan sebuah asteroid besar menjadi banyak fragmen, beberapa di antaranya dialihkan menuju Matahari dan planet-planet dalamnya.
Peristiwa ini kemungkinan memengaruhi Bumi dan planet-planet dalam lainnya—Merkurius, Venus, dan Mars—dengan meningkatkan laju tumbukan dari puing-puing asteroid. Pemboman tersebut mungkin berlangsung selama jutaan tahun, berpotensi memengaruhi iklim dan sejarah geologi Bumi. Para peneliti menyarankan bahwa peningkatan laju tumbukan dapat berkontribusi pada awal mula zaman es parah yang dikenal sebagai "Bumi Bola Salju."
Temuan ini didasarkan pada analisis kawah tumbukan dan keluarga asteroid, dengan tanggal kunci 800 juta tahun lalu yang diperoleh dari model komputer dan pengamatan astronomi. Studi ini dilakukan oleh para ilmuwan dari berbagai institusi, termasuk mereka yang terlibat dalam penelitian yang dilaporkan oleh Phys.org, ScienceDaily, dan sumber lainnya.
Penelitian latar belakang menunjukkan bahwa asteroid tersebut pecah di dekat pengaruh gravitasi Jupiter, yang bertindak sebagai gerbang, mengirim puing-puing ke tata surya bagian dalam. Studi sebelumnya telah menghubungkan peristiwa pecahan semacam itu dengan periode aktivitas tumbukan yang meningkat di Bumi.
Ke depannya, para ilmuwan berencana untuk menyelidiki lebih lanjut hubungan antara pecahan asteroid ini dan hipotesis Bumi Bola Salju. Mereka juga akan terus memantau keluarga asteroid dan memodelkan peristiwa tumbukan masa lalu untuk lebih memahami sejarah tata surya kita dan potensi tumbukan di masa depan.
Sources
- Google News ScienceSecondary
Related
Telur Organik Hasilkan Emisi Dua Kali Lipat dari Telur Kandang
NASA: Geoid Bumi Bervariasi 191 Meter dalam Model Gravitasi
Semua Makhluk Hidup Memancarkan Cahaya Samar, Ilmuwan Eksplorasi Manfaat Medis
Astronom Amatir Temukan Kawah Meteorit Berusia 390 Juta Tahun via Google Maps
Badai Matahari Ekstrem Mungkin Tak Punya Batas Intensitas Atas, Riset Baru Peringatkan
Krisis Pendanaan Jodrell Bank Ancam 'Brain Drain' Fisika Inggris
Jejak Kaki Fosil Ungkap Kerabat Manusia 1,4 Juta Tahun Lalu Bepergian dalam Kelompok Semua Jantan
Pengayaan laser dapat memproses ulang limbah nuklir menjadi bahan bakar reaktor
Trending now
- Telur Organik Hasilkan Emisi Dua Kali Lipat dari Telur Kandang
- Audi Perkenalkan SUV Flagship Q9 2027 untuk AS
- Kartel Meksiko Alihkan Produksi Metamfetamin ke Nigeria
- Kenya Selidiki Kematian 15 Gajah di Taman Amboseli
- Biaya Pendanaan Pusat Data AI Meta Naik dalam Kesepakatan $14 Miliar dengan BlackRock
- Cyera akuisisi Oasis Security senilai $1 miliar, akuisisi ketiga tahun ini
- Misi Penyelamatan Swift NASA Alami Masalah Kontrol Sikap
- American Airlines Hentikan Semua Penerbangan Nasional Akibat Gangguan IT
Comments
No comments yet. Be the first.