Teknologi

Lebih banyak pesawat dilengkapi teknologi pendaratan darurat otomatis

2 min read

Lebih banyak pesawat dilengkapi teknologi pendaratan darurat otomatis
Photo: Sahand Babali · Unsplash
0 0
XWhatsAppTelegramLinkedIn

Semakin banyak pesawat komersial yang dilengkapi dengan teknologi pendaratan darurat otomatis, sebuah perkembangan yang secara signifikan dapat mengurangi risiko kecelakaan yang disebabkan oleh ketidakmampuan pilot. Sistem yang dikenal sebagai Pendaratan Otomatis atau Autoland ini memungkinkan pesawat mendarat sendiri tanpa campur tangan manusia jika kru penerbangan tidak dapat mengendalikan pesawat. Teknologi ini sudah terpasang di banyak model baru, seperti Airbus A350 dan Boeing 787, dan semakin banyak dipasang pada pesawat yang lebih tua.

Teknologi ini sangat relevan bagi penumpang yang mengalami kecemasan saat terbang, karena memberikan jaring pengaman tambahan dalam situasi langka namun kritis. Menurut sumber, sistem ini dapat diaktifkan oleh pramugari atau bahkan penumpang di kokpit, dan memandu pesawat untuk mendarat dengan aman menggunakan GPS dan sistem pendaratan instrumen. Federal Aviation Administration (FAA) telah mendorong maskapai untuk mengadopsi teknologi ini, dan beberapa maskapai sudah mulai melengkapi armada mereka.

Sumber mencatat bahwa jumlah pesawat dengan kemampuan ini diperkirakan akan meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Misalnya, Airbus melaporkan bahwa lebih dari 1.000 A350 kini beroperasi, semuanya dilengkapi fitur pendaratan otomatis standar. Demikian pula, Boeing telah mengirimkan lebih dari 1.000 787 dengan sistem ini. Retrofit juga sedang dilakukan untuk model yang lebih tua seperti Boeing 737 dan Airbus A320, dengan beberapa maskapai menyelesaikan pemasangan pada tahun 2025.

Perkembangan ini dibangun di atas perbaikan bertahap selama puluhan tahun dalam keselamatan penerbangan. Sumber menyebutkan bahwa sistem pendaratan otomatis pertama diperkenalkan pada tahun 1960-an untuk digunakan dalam kondisi jarak pandang rendah, tetapi tidak dirancang untuk situasi darurat. Versi modern lebih canggih, mampu menangani berbagai skenario yang lebih luas, termasuk kegagalan mesin atau cuaca buruk. Teknologi ini telah diuji secara ekstensif dan memiliki rekam jejak yang terbukti baik dalam simulasi maupun insiden nyata.

Ke depannya, sumber menunjukkan bahwa regulator sedang mempertimbangkan untuk mewajibkan teknologi pendaratan darurat otomatis untuk semua pesawat komersial baru. European Union Aviation Safety Agency (EASA) sudah menjajaki persyaratan tersebut, dan FAA diperkirakan akan mengikuti. Hal ini dapat menyebabkan perluasan teknologi yang cepat di seluruh armada global, lebih meningkatkan keselamatan bagi penumpang dan kru.

Sources

Report / request removal

Related

Comments

No comments yet. Be the first.