Arus laut utama mendekati keruntuhan, efeknya bisa mencapai California
Sistem arus utama Samudra Atlantik, Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC), menunjukkan tanda-tanda potensi keruntuhan, menurut studi ilmiah terbaru. Sistem ini, yang mencakup Gulf Stream, bertindak seperti ban berjalan raksasa yang memindahkan air hangat ke utara dan air dingin ke selatan, memainkan peran penting dalam mengatur iklim global.
Potensi keruntuhan AMOC akan memiliki efek yang luas, termasuk pada pola cuaca di Eropa dan Amerika Utara. Para ilmuwan memperingatkan bahwa California dapat mengalami dampak signifikan, seperti perubahan pola curah hujan dan perubahan permukaan laut, akibat gangguan arus laut. Stabilitas sistem terancam oleh peningkatan air tawar dari mencairnya lapisan es di Greenland dan Arktik, yang mengencerkan air asin dan padat yang mendorong arus.
Penelitian terbaru menyoroti bahwa masuknya air lelehan dari Samudra Pasifik, khususnya dari gletser dan lapisan es, menimbulkan risiko tak terduga bagi AMOC. Air tawar tambahan ini dapat semakin memperlambat arus, mendorongnya lebih dekat ke titik kritis. Studi yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah menekankan bahwa perubahan kecil dalam masukan air tawar dapat memiliki efek yang sangat besar pada sirkulasi.
Data latar belakang menunjukkan bahwa AMOC telah melemah sekitar 15% sejak pertengahan abad ke-20, dengan model yang menunjukkan bahwa ia bisa runtuh sepenuhnya jika emisi gas rumah kaca terus berlanjut tanpa henti. Potensi keruntuhan bukanlah skenario yang jauh; beberapa ilmuwan memperkirakan hal itu bisa terjadi dalam beberapa dekade jika tren saat ini berlanjut. Ini akan menyebabkan peristiwa cuaca yang lebih ekstrem, seperti musim dingin yang lebih dingin di Eropa dan badai yang lebih kuat di Atlantik.
Langkah selanjutnya melibatkan pemantauan berkelanjutan suhu dan salinitas laut, serta meningkatkan model iklim untuk memprediksi waktu dan dampak keruntuhan dengan lebih baik. Para pembuat kebijakan didesak untuk mempertimbangkan implikasi bagi strategi adaptasi iklim, khususnya untuk wilayah pesisir seperti California yang mungkin menghadapi perubahan arus laut dan kenaikan permukaan laut.
Sources
- Google News ScienceSecondary
Related
NASA: Geoid Bumi Bervariasi 191 Meter dalam Model Gravitasi
Semua Makhluk Hidup Memancarkan Cahaya Samar, Ilmuwan Eksplorasi Manfaat Medis
Astronom Amatir Temukan Kawah Meteorit Berusia 390 Juta Tahun via Google Maps
Badai Matahari Ekstrem Mungkin Tak Punya Batas Intensitas Atas, Riset Baru Peringatkan
Krisis Pendanaan Jodrell Bank Ancam 'Brain Drain' Fisika Inggris
Jejak Kaki Fosil Ungkap Kerabat Manusia 1,4 Juta Tahun Lalu Bepergian dalam Kelompok Semua Jantan
Pengayaan laser dapat memproses ulang limbah nuklir menjadi bahan bakar reaktor
Komputer organoid otak menimbulkan kekhawatiran etis, peringatan peneliti
Trending now
- Audi Perkenalkan SUV Flagship Q9 2027 untuk AS
- Kartel Meksiko Alihkan Produksi Metamfetamin ke Nigeria
- Kenya Selidiki Kematian 15 Gajah di Taman Amboseli
- Biaya Pendanaan Pusat Data AI Meta Naik dalam Kesepakatan $14 Miliar dengan BlackRock
- Cyera akuisisi Oasis Security senilai $1 miliar, akuisisi ketiga tahun ini
- Misi Penyelamatan Swift NASA Alami Masalah Kontrol Sikap
- American Airlines Hentikan Semua Penerbangan Nasional Akibat Gangguan IT
- Laba SK Hynix Q2 Melonjak 557% ke Rekor Tertinggi
Comments
No comments yet. Be the first.