Teknologi

Archer dan Anduril Luncurkan Taksi Udara Listrik untuk Militer

1 min read

0 0
XWhatsAppTelegramLinkedIn

Perusahaan rintisan penerbangan listrik Archer Aviation telah bermitra dengan perusahaan teknologi pertahanan Anduril untuk mengembangkan pesawat lepas landas dan mendarat vertikal baru, yang dijuluki Thunder, yang dirancang untuk penggunaan militer dan komersial. Kedua perusahaan meluncurkan pesawat tersebut pada hari Senin di Farnborough International Airshow, menandai langkah signifikan dalam militerisasi teknologi taksi udara listrik.

Thunder adalah varian dari taksi udara Midnight milik Archer, tetapi dengan desain yang menyerupai persilangan antara yang asli dan pesawat militer seperti V-22 Osprey. Archer, yang berbasis di San Jose, California, adalah salah satu pemain terkemuka di pasar lepas landas dan mendarat vertikal listrik (eVTOL) yang sedang berkembang, yang sebelumnya berfokus pada mobilitas udara perkotaan. Anduril, yang didirikan oleh Palmer Luckey, mengkhususkan diri dalam teknologi pertahanan.

Kolaborasi ini penting karena menandakan pergeseran industri eVTOL dari aplikasi komersial murni, seperti layanan taksi udara, ke penggunaan militer. Thunder dimaksudkan untuk misi termasuk logistik, pengawasan, dan berpotensi transportasi pasukan, memperluas pasar potensial untuk pesawat listrik di luar langit kota. Kemitraan ini juga menyoroti bagaimana kontrak pertahanan dapat mempercepat pengembangan dan penyebaran teknologi ini.

Archer dan Anduril tidak mengungkapkan angka kinerja spesifik atau jadwal produksi Thunder. Namun, pesawat tersebut diharapkan memanfaatkan teknologi eVTOL Archer yang sudah ada, termasuk sistem propulsi listrik dan teknologi baterainya. Kedua perusahaan menyatakan bahwa platform ini dirancang untuk operasi militer dan komersial, menunjukkan strategi penggunaan ganda.

Pengumuman ini datang ketika Departemen Pertahanan AS telah menunjukkan minat yang meningkat pada pesawat listrik untuk operasi senyap dan panas rendah. Archer sebelumnya mengamankan kontrak dengan Angkatan Udara AS di bawah program Agility Prime. Langkah selanjutnya kemungkinan melibatkan pengujian lebih lanjut dan evaluasi militer potensial, meskipun belum ada kontrak spesifik yang diumumkan. Kemitraan ini juga dapat memengaruhi pengembang eVTOL lain untuk mengeksplorasi aplikasi pertahanan.

Sources

Report / request removal

Related

Comments

No comments yet. Be the first.