Teknologi

Airbus akan menguji sayap lipat untuk pesawat generasi berikutnya

1 min read

Airbus akan menguji sayap lipat untuk pesawat generasi berikutnya
Photo: Umberto · Unsplash
0 0
XWhatsAppTelegramLinkedIn

Airbus telah mengumumkan rencana untuk menguji sayap lipat untuk generasi berikutnya dari pesawat terlarisnya, saat perusahaan berlomba untuk menyelesaikan desain pesawat komersial masa depan pada akhir dekade ini. Langkah ini mengatasi tantangan utama: sayap yang lebih panjang dan tipis yang terbuat dari material komposit ringan menawarkan penghematan bahan bakar yang signifikan tetapi terlalu besar untuk muat di banyak bandara di seluruh dunia, yang sudah beroperasi pada atau mendekati kapasitas penuh.

Teknologi sayap lipat akan memungkinkan sayap dipendekkan di darat untuk kompatibilitas gerbang, kemudian diperpanjang saat terbang untuk efisiensi aerodinamis. Inovasi ini sangat penting bagi Airbus untuk mempertahankan keunggulan kompetitifnya melawan rival Boeing, karena kedua produsen berusaha meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi. Pembuat pesawat belum menentukan model pesawat mana yang pertama kali akan menampilkan sayap lipat, tetapi teknologi ini diharapkan akan debut pada jet lorong tunggal masa depan, penerus keluarga A320.

Airbus belum mengungkapkan jadwal pengujian atau tanggal peluncuran spesifik untuk pesawat baru tersebut. Namun, perusahaan bertujuan untuk menyelesaikan desain pada tahun 2030, dengan masuk ke layanan kemungkinan pada pertengahan 2030-an. Konsep sayap lipat telah dieksplorasi sebelumnya—Boeing menggunakan sistem serupa pada 777X—tetapi aplikasi Airbus akan menjadi yang pertama untuk pesawat lorong tunggal, yang mewakili sebagian besar perjalanan udara global.

Langkah selanjutnya melibatkan rekayasa terperinci dan pekerjaan sertifikasi, karena sayap lipat memperkenalkan pertimbangan struktural dan keselamatan baru. Airbus perlu menunjukkan bahwa mekanisme tersebut dapat diandalkan dan tidak menambah bobot atau biaya perawatan yang berlebihan. Jika berhasil, teknologi ini dapat menjadi fitur standar pada pesawat berbadan sempit masa depan, membentuk kembali infrastruktur bandara dan operasi maskapai di seluruh dunia.

Sources

Report / request removal

Related

Comments

No comments yet. Be the first.