Ilmuwan Peringatkan Risiko Kepunahan Tanaman Berbunga
Sebuah studi komprehensif tentang tanaman berbunga di Bumi mengungkapkan bahwa lebih dari setengah spesies yang dinilai terancam punah, memicu peringatan keras dari para ilmuwan tentang konsekuensinya bagi umat manusia. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Plants, People, Planet menemukan bahwa 45% spesies tanaman berbunga berisiko, dengan perkiraan 77.000 spesies saat ini terancam. Angka ini didasarkan pada analisis terhadap 328.565 spesies, yang mewakili penilaian paling lengkap tentang flora dunia hingga saat ini. Studi ini menyoroti bahwa wilayah tropis, khususnya di Amerika Selatan, Afrika, dan Asia Tenggara, adalah yang paling terpengaruh, dengan deforestasi dan hilangnya habitat sebagai pendorong utama. Hilangnya tanaman berbunga sangat penting karena mereka membentuk fondasi sebagian besar ekosistem darat, menyediakan makanan, obat-obatan, dan oksigen. Para peneliti memperingatkan bahwa penurunan ini dapat mengganggu penyerbukan, rantai makanan, dan penyimpanan karbon, yang secara langsung berdampak pada kesejahteraan manusia. Penulis utama studi, Dr. Eimear Nic Lughadha, mencatat bahwa temuan ini menekankan perlunya upaya konservasi yang mendesak untuk melindungi keanekaragaman tanaman. Langkah selanjutnya, menurut para ilmuwan, melibatkan prioritas tindakan konservasi untuk spesies dan habitat yang paling terancam, serta mengatasi penyebab mendasar kepunahan tanaman, seperti pertanian dan urbanisasi.
Sources
- Google News ScienceSecondary
Related
Badai Matahari Ekstrem Mungkin Tak Punya Batas Intensitas Atas, Riset Baru Peringatkan
Krisis Pendanaan Jodrell Bank Ancam 'Brain Drain' Fisika Inggris
Jejak Kaki Fosil Ungkap Kerabat Manusia 1,4 Juta Tahun Lalu Bepergian dalam Kelompok Semua Jantan
Pengayaan laser dapat memproses ulang limbah nuklir menjadi bahan bakar reaktor
Komputer organoid otak menimbulkan kekhawatiran etis, peringatan peneliti
Studi menemukan peristiwa geologi besar terjadi dalam siklus 27,5 juta tahun
Ilmuwan Peringatkan Laut Kehilangan Oksigen Saat El Niño Memasak Pasifik
'Dr Death' Gunther von Hagens, Pencipta Body Worlds, Meninggal di Usia 81
Trending now
- Ariana Grande Gugat Peretas atas Bocoran Musik dan Video Tak Dirilis
- Taiwan Tahan Karyawan Nvidia dalam Penyelidikan Penyelundupan Chip ke China
- Harga Minyak Anjlok karena Harapan Damai AS-Iran Redakan Kekhawatiran Pasokan
- Misi Psyche NASA menangkap timelapse flyby Mars
- Dow, S&P 500, dan Nasdaq Naik Saat Minyak Jatuh; Investor Bersiap untuk Pekan Sibuk
- Studi: Model di Hugging Face Mudah Buat Deepfake Porno
- PSN Down Tapi Perlahan Pulih Setelah Gangguan Amazon Web Services
- Wham! Band Barat Pertama yang Tampil di China pada 1985
Comments
No comments yet. Be the first.