The Odyssey Raup Hampir US$1 Miliar, Dominasi Box Office Musim Panas
The Odyssey karya Christopher Nolan telah menjadi fenomena budaya dan box office yang dominan pada musim panas 2026, melampaui pendapatan film sebelumnya, Oppenheimer, dan berlomba menuju US$1 miliar dalam penjualan tiket global, sekaligus memicu perdebatan sengit di kalangan klasikawan, kritikus, dan penonton daring.
Tiga perempat penontonnya berusia di atas 25 tahun, sebuah pencapaian langka di musim di mana penonton di bawah 25 tahun mendorong kesuksesan film seperti Obsession dan Backrooms. Pada akhir pekan kedua, pembagian gender menyempit menjadi hampir 50/50, menandakan daya tarik yang luas melampaui penonton film aksi-petualangan pada umumnya.
Meme—terutama ekspresi tersiksa Matt Damon saat Odysseus mendengar nyanyian para siren dan tuntutan licin Robert Pattinson sebagai pelamar, "Seseorang usir para PENGEMIS ini dari sini!"—telah menarik penonton yang lebih muda, meskipun inti penonton film ini tetap lebih tua.
Film ini menonjol di tengah deretan film waralaba musim panas yang gagal menciptakan kegembiraan tingkat besar. Supergirl, Masters of the Universe, dan Toy Story 5 semuanya di bawah ekspektasi atau gagal total, menegaskan pergeseran dari film laris yang digerakkan oleh kekayaan intelektual yang sudah ditentukan.
Kritik panjang di London Review of Books oleh klasikawan dan penerjemah The Odyssey, Emily Wilson, memicu badai. Ia menyalahkan penyimpangan Nolan dari Homer, penyederhanaan tematik, dan titik buta tentang ras dan gender, yang memicu esai-esai balasan dari kritikus film dan akademisi.
Reaksi balik ini menghidupkan kembali tuduhan lama bahwa Nolan kurang memberi ruang bagi karakter perempuan. Anne Hathaway sebagai Penelope bergabung dengan perannya di The Dark Knight Rises dan Interstellar sebagai salah satu ciptaannya yang lebih kuat, namun para kritikus mencatat bahwa perempuan dalam filmnya hampir selalu muncul sebagai istri atau figur istri, sering kali terpinggirkan dibandingkan dengan teks sumber.
Desakan Nolan untuk syuting sepenuhnya dengan kamera IMAX, dengan proyeksi asli hanya tersedia di sekitar 30 bioskop di seluruh dunia, telah memicu perdebatan antara tontonan elitis versus pertunjukan yang melampaui pasokan.
Meskipun ada kemarahan, termasuk perang budaya sayap kanan pra-rilis yang gagal karena penonton mengabaikan kemarahan Elon Musk, wacana seputar The Odyssey terasa luar biasa serius. Film ini telah menjadi peristiwa monokultural yang langka—memadukan kebesaran epik tahun 1950-an dengan kejenuhan obrolan daring modern—dan pengingat bahwa menonton film bersama dan perdebatan pasca-pemutaran yang penuh semangat masih bisa terasa vital.
Sources
- The Guardian FilmSecondary
Related
Netflix Digugat Usai Film Nicolas Cage Rp700 M Dicuri dari Meja
Spider-Man: Brand New Day Catat Rekor Pratinjau $72 Juta
Label Besar Usulkan Lagu AI Dilarang dari Tangga Lagu
D&D Rilis Buku Sumber World of Warcraft 17 November
Ryan Gosling Jadi Ghost Rider di Film Marvel Baru
Pemutaran 70mm The Odyssey Diperpanjang hingga Pertengahan September
NBCUniversal dan YouTube Jalin Kerja Sama, Peacock Premium Gratis
Netflix bayar $500M untuk bagi hak siar The Walking Dead dengan AMC+
Trending now
- Peta AI Departemen Luar Negeri AS Salah Label Semua Negara Afrika
- Glen Hansard Meninggal dalam Kecelakaan Motor di Usia 56
- Astronom Deteksi Bulan Pertama di Luar Tata Surya
- Clear Street buka akses pra-IPO ke Databricks senilai $188 miliar
- Laba Samsung Q2 Melonjak 1.814% Berkat Permintaan Chip AI
- Netflix Digugat Usai Film Nicolas Cage Rp700 M Dicuri dari Meja
- NHTSA Selidiki 1,2 Juta Tesla atas Risiko Kegagalan Suspensi
- Falcon 9 SpaceX akan Tabrak Bulan Rabu, 5.400 mph
Comments
No comments yet. Be the first.