Puing roket SpaceX akan menghantam Bulan pada Agustus, NASA memperingatkan
Sebuah tahap roket bekas dari peluncuran SpaceX Falcon 9 diperkirakan akan menabrak Bulan pada awal Maret 2022, menurut para astronom yang melacak puing-puing tersebut. Booster seberat empat ton, yang awalnya diluncurkan pada Februari 2015 untuk menempatkan satelit cuaca antariksa, telah melayang di orbit yang tidak terkendali selama tujuh tahun. Sekarang, perhitungan menunjukkan bahwa roket tersebut akan menghantam permukaan Bulan pada 4 Maret dengan kecepatan sekitar 9.300 kilometer per jam. Lokasi tumbukan diperkirakan berada di sisi jauh Bulan, dekat khatulistiwa. Meskipun peristiwa tersebut tidak akan terlihat dari Bumi, peristiwa itu akan diamati oleh Lunar Reconnaissance Orbiter milik NASA dan wahana antariksa lain di orbit Bulan. Tabrakan ini signifikan karena akan menciptakan kawah baru di Bulan, memberikan para ilmuwan kesempatan langka untuk mempelajari bawah permukaan Bulan dengan menganalisis gumpalan puing. Booster ini adalah potongan sampah antariksa pertama yang diketahui secara tidak sengaja menghantam Bulan. SpaceX belum memberikan komentar mengenai dampak yang akan terjadi, dan tidak ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh perusahaan atau pendirinya Elon Musk. Insiden ini menyoroti masalah yang semakin besar dari puing-puing orbital dan perlunya pelacakan serta pembuangan tahap roket yang lebih baik yang ditinggalkan di luar angkasa. Para astronom menyerukan peraturan internasional untuk mencegah masuknya kembali yang tidak terkendali ke Bulan atau benda langit lainnya di masa depan.
Sources
- Google News TRSecondary
Related
Misi Penyelamatan Swift NASA Alami Masalah Kontrol Sikap
Satelit Penyelamat Swift NASA Kehilangan 2 dari 3 Roda Reaksi
Roket Falcon 9 Tabrak Bulan dengan Energi 11,8 Gigajoule
Robot NASA kehilangan kendali setelah kegagalan komponen
Teleskop Radio Deteksi Sampah Antariksa di Siang Hari untuk Pertama Kalinya
Bintang Pendamping Betelgeuse Tertangkap dalam Gambar Terjelas
JWST Tak Temukan Bola Dyson di Sekitar Dua Bintang Kandidat
Astronom Temukan Lubang Hitam Pengembara Langka yang Mencabik Bintang
Trending now
- Audi Perkenalkan SUV Flagship Q9 2027 untuk AS
- Kartel Meksiko Alihkan Produksi Metamfetamin ke Nigeria
- Kenya Selidiki Kematian 15 Gajah di Taman Amboseli
- Biaya Pendanaan Pusat Data AI Meta Naik dalam Kesepakatan $14 Miliar dengan BlackRock
- Cyera akuisisi Oasis Security senilai $1 miliar, akuisisi ketiga tahun ini
- Misi Penyelamatan Swift NASA Alami Masalah Kontrol Sikap
- American Airlines Hentikan Semua Penerbangan Nasional Akibat Gangguan IT
- Laba SK Hynix Q2 Melonjak 557% ke Rekor Tertinggi
Comments
No comments yet. Be the first.