Teknologi

Kacamata Night Vision Warna Penuh Ubah Inframerah Jadi Warna Alami

1 min read

Kacamata Night Vision Warna Penuh Ubah Inframerah Jadi Warna Alami
Photo: Bartosz Kwitkowski · Unsplash
0 0
XWhatsAppTelegramLinkedIn

Para peneliti di Institut Teknologi Beijing telah membuat kacamata night vision warna penuh yang menerjemahkan panjang gelombang inframerah yang berbeda menjadi warna tampak yang berbeda, melampaui hijau monokrom perangkat konvensional. Tim yang dipimpin oleh Xin Tang dan Ge Mu memublikasikan temuan mereka di Science Advances pada 31 Juli 2026, dengan DOI 10.1126/sciadv.aed0245. Perangkat ini menggabungkan titik kuantum koloid merkuri telurida dengan OLED dua lapis untuk menghasilkan gambar berwarna yang mengodekan panjang gelombang dan intensitas cahaya inframerah yang masuk. Pendekatan ini dapat memungkinkan pengguna membedakan perbedaan daya inframerah sekitar 200 kali lebih kecil daripada desain berbasis kecerahan saja, menurut studi tersebut. Kacamata ini semi-transparan, berbobot 23 gram, dan memiliki area tampilan aktif sekitar 3,57 sentimeter persegi. Dalam pengujian, kacamata ini memproyeksikan gambar objek yang tajam dan berwarna yang diterangi dengan cahaya inframerah gelombang pendek, sementara masih membiarkan cahaya tampak biasa melewatinya. Tim juga menunjukkan bahwa cahaya inframerah yang dinaikkan frekuensinya memicu fotokur pada sel yang mengekspresikan channelrhodopsin-2, dan menghasilkan respons elektroensefalogram pada tikus serta respons elektroretinogram pada sukarelawan manusia ketika mereka melihat tampilan perangkat di bawah pulsa inframerah. Para penulis mengklaim bahwa karya ini "mendefinisikan ulang penglihatan inframerah" dengan "melampaui paradigma monokrom" dan dapat membuka jalan menuju "prostetik visual generasi berikutnya." Namun, demonstrasi dilakukan dalam kondisi terkontrol dengan pola tes sederhana, dan OLED memerlukan catu daya eksternal. Makalah ini tidak membahas keamanan jangka panjang atau biokompatibilitas bahan merkuri telurida, dan aplikasi implan masih didukung hanya oleh data neuron, EEG, dan ERG yang terisolasi, meninggalkan beberapa langkah sebelum kacamata night vision praktis atau implan retina dapat dicapai.

Sources

Report / request removal

Related

Comments

No comments yet. Be the first.