SpaceX Menunda Uji Terbang Starship Karena Cuaca
SpaceX telah menunda uji terbang berikutnya dari roket Starship, yang semula dijadwalkan pada 23 Juli, karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. Perusahaan mengumumkan penundaan tersebut melalui media sosial, dengan alasan perlunya kondisi yang lebih baik untuk memastikan peluncuran yang aman. Penerbangan tersebut sekarang diharapkan akan dilakukan pada 24 Juli, menunggu persetujuan cuaca.
Penundaan ini memengaruhi jadwal pengembangan ambisius SpaceX untuk Starship, sebuah pesawat ruang angkasa yang dapat digunakan kembali sepenuhnya yang dirancang untuk misi ke Bulan, Mars, dan seterusnya. Uji terbang yang ditetapkan sebagai Penerbangan 13 ini merupakan langkah penting dalam memvalidasi kinerja dan keandalan kendaraan. Investor dan penggemar ruang angkasa mengamati program ini dengan saksama, karena Starship merupakan pusat dari tujuan pendapatan jangka panjang SpaceX dan potensi IPO di masa depan.
Penundaan ini terjadi saat saham SpaceX terus merosot dalam sorotan pasca-IPO, menurut Bloomberg. Valuasi perusahaan telah menghadapi tekanan di tengah hambatan regulasi dan tantangan teknis. Penundaan ini menambah serangkaian kemunduran bagi program Starship, yang telah mengalami beberapa uji terbang yang ditunda atau dibatalkan dalam beberapa bulan terakhir.
Latar Belakang: SpaceX telah mengembangkan Starship selama bertahun-tahun, dengan uji terbang sebelumnya mencapai keberhasilan parsial tetapi juga mengalami kegagalan, seperti ledakan selama upaya pendaratan. Perusahaan telah melakukan iterasi pada desain, bertujuan untuk sistem yang beroperasi penuh yang dapat membawa awak dan kargo ke tujuan luar angkasa.
Ke Depan: SpaceX akan mencoba peluncuran pada 24 Juli jika cuaca memungkinkan. Jika berhasil, uji terbang tersebut dapat meningkatkan kepercayaan investor dan menunjukkan kemajuan menuju kemampuan operasional. Namun, penundaan lebih lanjut dapat memperpanjang jadwal dan meningkatkan pengawasan dari regulator dan pemangku kepentingan.
Sources
- Google News BusinessSecondary
- Google News BusinessSecondary
- Google News BusinessSecondary
Related
Astronom Temukan Lubang Hitam Pengembara Langka yang Mencabik Bintang
Roket SpaceX Akan Tabrak Bulan dengan Kecepatan 5.400 MPH
Tantangan penggunaan ulang cepat Starship masih ada meskipun ada keberhasilan baru-baru ini
Amazon memperluas rencana satelit untuk konektivitas ponsel
Tim sains NASA akan mempelajari Matahari dan atmosfer selama gerhana matahari total 12 Agustus
Swift NASA mendeteksi lubang hitam pengembara yang mencabik bintang jauh dari inti galaksi
Saham Rocket Lab Melonjak Setelah Mendapatkan Kontrak Peluncuran Terbesar dengan Pentagon
NASA Akan Pratinjau Tiga Spacewalk Agustus, Gelar Konferensi Pers 30 Juli
Trending now
- Ariana Grande Gugat Peretas atas Bocoran Musik dan Video Tak Dirilis
- Taiwan Tahan Karyawan Nvidia dalam Penyelidikan Penyelundupan Chip ke China
- Harga Minyak Anjlok karena Harapan Damai AS-Iran Redakan Kekhawatiran Pasokan
- Dow, S&P 500, dan Nasdaq Naik Saat Minyak Jatuh; Investor Bersiap untuk Pekan Sibuk
- Studi: Model di Hugging Face Mudah Buat Deepfake Porno
- Badai Matahari Ekstrem Mungkin Tak Punya Batas Intensitas Atas, Riset Baru Peringatkan
- ChatGPT Tolak Tiru Gaya Penulis
- Krisis Pendanaan Jodrell Bank Ancam 'Brain Drain' Fisika Inggris
Comments
No comments yet. Be the first.