Saham Asia Diprediksi Turun saat Minyak Tembus $100
Pasar saham Asia diperkirakan akan turun tajam pada Kamis setelah harga minyak melonjak di atas $100 per barel untuk pertama kalinya sejak 2014, didorong oleh invasi Rusia ke Ukraina. Eskalasi ketegangan geopolitik telah mengguncang investor global, dengan futures menunjukkan kerugian besar di Jepang, Australia, dan Hong Kong.
Langkah ini mempengaruhi investor ekuitas di seluruh Asia, terutama di negara-negara pengimpor energi seperti Jepang dan Korea Selatan, di mana biaya minyak yang lebih tinggi dapat menekan laba perusahaan dan memicu inflasi. Ekonomi yang berorientasi ekspor juga mungkin menghadapi hambatan karena konflik mengganggu rantai pasokan dan mengurangi kepercayaan konsumen di seluruh dunia.
Ini penting karena lonjakan harga minyak mentah mengancam untuk menggagalkan pemulihan ekonomi global dari pandemi. Bank sentral yang sudah bergulat dengan inflasi mungkin menghadapi tekanan untuk memperketat kebijakan lebih cepat, berpotensi memperlambat pertumbuhan. S&P 500 turun 1,8% pada Rabu, dan Stoxx Europe 600 turun 3,3%, mencerminkan sentimen risk-off yang luas.
Menurut Bloomberg, minyak mentah Brent naik setinggi $105,79 per barel, sementara West Texas Intermediate mencapai $102,97. Invasi, yang dimulai pada 24 Februari, telah mendorong sanksi Barat terhadap Rusia, eksportir energi utama. Indeks MSCI Asia Pacific turun 2,2% pada Rabu, dan indeks Topix Jepang diperkirakan akan dibuka lebih rendah lebih dari 2%.
Awal pekan ini, pasar sudah bergejolak karena ketegangan meningkat. Pada Selasa, S&P 500 memasuki koreksi, turun lebih dari 10% dari puncak Januari. Konflik ini menambah kekhawatiran yang ada tentang kenaikan suku bunga Federal Reserve dan perlambatan ekonomi China.
Ke depan, analis memperkirakan turbulensi pasar lebih lanjut sampai ada kejelasan tentang durasi konflik dan dampaknya terhadap pasokan energi. Jika minyak tetap di atas $100, bank sentral Asia mungkin perlu menyesuaikan sikap kebijakan moneter mereka, dan pemerintah dapat memperkenalkan langkah-langkah untuk meredam dampak bagi konsumen dan bisnis.
Sources
- Google News BusinessSecondary
- Google News GlobalSecondary
Related
Nasdaq 100 mendekati koreksi, kekhawatiran AI guncang investor
Harga Minyak Anjlok karena Harapan Damai AS-Iran Redakan Kekhawatiran Pasokan
Penjualan Saham AI Makin Dalam, Investor Lepas Produsen Chip
Pembuat Chip Anjlok 8%, Kekhawatiran AI Guncang Investor
Dow naik; S&P 500, Nasdaq turun karena lemahnya saham chip; minyak turun 6% seiring meredanya ketegangan Timur Tengah
Dow, S&P 500, dan Nasdaq Naik Saat Minyak Jatuh; Investor Bersiap untuk Pekan Sibuk
Wall St dibuka lebih tinggi saat ketegangan AS-Iran mereda
Minyak Turun Lebih dari 6% saat Ketegangan AS-Iran Mereda
Trending now
- Gagal pasokan air membuat Gatwick tanpa toilet berfungsi
- Ryan Gosling Akan Bintangi Film Ghost Rider Marvel
- iPad Tahan Air Pertama Apple Akan Diluncurkan Akhir Tahun Ini
- CME Group akan meluncurkan futures saham tunggal pada 27 Juli
- Google Maps memperluas Navigasi Imersif dan speedometer ke lebih banyak pengguna Android Auto
- Podcast Equity membahas kepanikan atas AI China Moonshot Kimi
- iOS 27 public beta 2 dirilis dengan fitur iCloud baru
- Minyak mentah tembus $100 per barel setelah serangan Laut Merah meningkatkan konflik Iran
Comments
No comments yet. Be the first.