Minyak Turun Lebih dari 6% saat Ketegangan AS-Iran Mereda
Harga minyak anjlok lebih dari 6% pada Rabu, menghapus kenaikan tajam yang dipicu awal pekan ini oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Penurunan terjadi setelah kedua belah pihak memberi sinyal de-eskalasi konflik, meredakan kekhawatiran akan gangguan besar pasokan minyak mentah dari Timur Tengah.
Penurunan ini mempengaruhi patokan global minyak mentah Brent dan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS, yang melonjak ke level tertinggi empat bulan pada Senin setelah serangan udara AS yang menewaskan Jenderal Iran Qassem Soleimani. Iran membalas dengan serangan rudal ke pangkalan Irak yang menampung pasukan AS, tetapi tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, dan Presiden Donald Trump mengindikasikan kesediaan untuk mundur dari aksi militer lebih lanjut.
Investor menafsirkan respons yang tenang sebagai tanda bahwa tidak ada pihak yang menginginkan perang skala penuh, mengurangi risiko gangguan pasokan dari kawasan yang memompa sekitar seperlima minyak dunia. Penurunan harga ini menyoroti betapa cepatnya premi risiko geopolitik dapat menguap ketika konflik tampak terkendali.
Pada Rabu, minyak mentah Brent turun $3,35, atau 4,9%, menjadi $65,54 per barel pada pukul 11:40 ET, setelah sebelumnya turun hingga 6,3%. Minyak mentah WTI turun $3,09, atau 5,1%, menjadi $59,63 per barel, setelah kehilangan lebih dari 6% pada level terendah sesinya. Pergerakan ini menghapus sebagian besar keuntungan dari dua sesi sebelumnya.
Analis mencatat bahwa pasar telah memperhitungkan skenario terburuk yang tidak terwujud. Tidak adanya gangguan pasokan dan kemungkinan pembicaraan diplomatik baru antara AS dan Iran dapat menekan harga dalam waktu dekat. Namun, situasi masih berubah-ubah, dan eskalasi baru dapat dengan cepat membalikkan kerugian.
Sources
- Google News GlobalSecondary
- Google News BusinessSecondary
Related
Dow Naik 670 Poin Berkat Laba Coca-Cola dan Sherwin-Williams
Nasdaq 100 Masuk Koreksi, Saham Chip Anjlok
Saham Corning Anjlok 16% Usai Laba, Hari Terburuk dalam 24 Tahun
Apple Tembus Valuasi $5 Triliun untuk Pertama Kalinya
Nasdaq 100 mendekati koreksi, kekhawatiran AI guncang investor
Harga Minyak Anjlok karena Harapan Damai AS-Iran Redakan Kekhawatiran Pasokan
Penjualan Saham AI Makin Dalam, Investor Lepas Produsen Chip
Pembuat Chip Anjlok 8%, Kekhawatiran AI Guncang Investor
Trending now
- Apple akan Luncurkan Tiga Produk Smart Home dengan Siri AI
- Xbox Umumkan Lineup Gamescom 2026: Fable, Gears of War: E-Day
- Perkiraan Belanja Google Melonjak ke $205 Miliar, Meresahkan Investor
- Double Fine PHK Karyawan Setelah Berpisah dari Xbox
- Robot NASA kehilangan kendali setelah kegagalan komponen
- WhatsApp Tambahkan Panggilan Terenkripsi di Versi Web
- Sekolah Pasang Drone Semprot Cabai untuk Cegah Penembakan
- Dow Naik 670 Poin Berkat Laba Coca-Cola dan Sherwin-Williams
Comments
No comments yet. Be the first.