Runtuhnya Kesepakatan AS-Iran Memicu Pertanyaan tentang Eksposur Pasar Minyak
Pasar minyak menghadapi ketidakpastian yang meningkat saat kesepakatan nuklir AS-Iran runtuh, menimbulkan kekhawatiran tentang gangguan pasokan di Timur Tengah. Pembatalan perjanjian, yang sebelumnya membatasi aktivitas nuklir Iran dengan imbalan keringanan sanksi, telah menyebabkan ketegangan baru antara kedua negara. Perkembangan ini secara langsung mempengaruhi pasar minyak mentah global, karena Iran adalah produsen minyak utama dan gangguan apa pun terhadap ekspornya dapat memperketat pasokan. Situasi ini penting karena harga minyak yang stabil sangat penting bagi ekonomi global; fluktuasi harga yang tajam dapat memicu inflasi dan memperlambat pertumbuhan. Sejak runtuhnya kesepakatan, harga minyak telah mengalami volatilitas, meskipun belum melonjak drastis. Menurut laporan, AS kembali memberlakukan sanksi terhadap Iran pada tahun 2018 setelah menarik diri dari perjanjian, dan aksi militer baru-baru ini, termasuk serangan AS dan Iran, telah membuat pasar tetap waspada. Upaya mediasi telah membantu menenangkan harga untuk sementara, tetapi konflik yang berkelanjutan terus mengguncang saham dan obligasi. Ke depannya, pasar minyak tetap rentan terhadap gangguan lebih lanjut, terutama dari pemberontak Houthi yang mengancam pelayaran di kawasan tersebut. Analis memperingatkan bahwa eskalasi apa pun dapat mendorong harga lebih tinggi, sementara terobosan diplomatik dapat meredakan kekhawatiran. Langkah selanjutnya tergantung pada apakah AS dan Iran dapat menghidupkan kembali negosiasi atau jika ketegangan meningkat menjadi konflik yang lebih luas.
Sources
- Google News BusinessSecondary
Related
Harga Minyak Anjlok karena Harapan Damai AS-Iran Redakan Kekhawatiran Pasokan
Penjualan Saham AI Makin Dalam, Investor Lepas Produsen Chip
Pembuat Chip Anjlok 8%, Kekhawatiran AI Guncang Investor
Dow naik; S&P 500, Nasdaq turun karena lemahnya saham chip; minyak turun 6% seiring meredanya ketegangan Timur Tengah
Dow, S&P 500, dan Nasdaq Naik Saat Minyak Jatuh; Investor Bersiap untuk Pekan Sibuk
Wall St dibuka lebih tinggi saat ketegangan AS-Iran mereda
Minyak Turun Lebih dari 6% saat Ketegangan AS-Iran Mereda
Emas naik karena jeda pertempuran AS-Iran; keputusan The Fed membayangi
Trending now
- Ariana Grande Gugat Peretas atas Bocoran Musik dan Video Tak Dirilis
- Taiwan Tahan Karyawan Nvidia dalam Penyelidikan Penyelundupan Chip ke China
- Harga Minyak Anjlok karena Harapan Damai AS-Iran Redakan Kekhawatiran Pasokan
- Dow, S&P 500, dan Nasdaq Naik Saat Minyak Jatuh; Investor Bersiap untuk Pekan Sibuk
- Studi: Model di Hugging Face Mudah Buat Deepfake Porno
- Badai Matahari Ekstrem Mungkin Tak Punya Batas Intensitas Atas, Riset Baru Peringatkan
- ChatGPT Tolak Tiru Gaya Penulis
- Krisis Pendanaan Jodrell Bank Ancam 'Brain Drain' Fisika Inggris
Comments
No comments yet. Be the first.