Teknologi

Paten MPEG-4 Visual Terakhir Telah Kedaluwarsa

2 min read

0 0
XWhatsAppTelegramLinkedIn

Paten terakhir yang mencakup standar kompresi video MPEG-4 Visual telah kedaluwarsa, menandai berakhirnya era puluhan tahun biaya lisensi untuk codec yang banyak digunakan. Paten tersebut, yang dipegang oleh konsorsium perusahaan termasuk Mitsubishi, Philips, dan LG, secara resmi berakhir pada 31 Januari 2025, menurut laporan dari Phoronix. Perkembangan ini berarti bahwa implementasi perangkat lunak dan perangkat keras MPEG-4 Visual, yang umum dikenal sebagai MPEG-4 Part 2, kini bebas dari kewajiban royalti, berpotensi menurunkan biaya bagi pengembang dan konsumen.

Kedaluwarsa ini mempengaruhi berbagai industri yang mengandalkan MPEG-4 Visual untuk encoding dan decoding video. Ini termasuk file video lawas, kamera digital, dan platform streaming video lama yang masih menggunakan format tersebut. Meskipun codec yang lebih baru seperti H.264 dan H.265 sebagian besar telah menggantikan MPEG-4 Visual dalam aplikasi modern, standar ini masih digunakan untuk tujuan arsip dan kompatibilitas tertentu. Berakhirnya lisensi paten dapat menyederhanakan distribusi perangkat lunak yang mendukung codec ini, terutama dalam proyek sumber terbuka yang sebelumnya harus menavigasi persyaratan lisensi yang rumit.

Signifikansi dari peristiwa ini terletak pada penghapusan hambatan hukum dan finansial untuk menggunakan MPEG-4 Visual. Selama bertahun-tahun, perusahaan dan pengembang harus membayar royalti ke kumpulan paten MPEG LA, yang mengelola lisensi. Dengan berakhirnya paten terakhir, siapa pun kini dapat mengimplementasikan codec tanpa takut tuntutan pelanggaran. Hal ini dapat mendorong pelestarian media lama dan pengembangan alat baru yang memanfaatkan format tanpa biaya.

Angka dan tanggal spesifik dari sumber menunjukkan bahwa paten berakhir pada 31 Januari 2025. Paten tersebut adalah bagian dari kumpulan yang mencakup kontribusi dari beberapa perusahaan, meskipun nomor paten yang tepat tidak disebutkan. Kedaluwarsa ini mengikuti jangka waktu 20 tahun yang khas sejak tanggal pengajuan paten, yang menempatkan asalnya sekitar tahun 2005.

Latar belakang yang disediakan oleh sumber mencatat bahwa MPEG-4 Visual distandarisasi pada akhir 1990-an dan menjadi populer untuk video internet dan kamera digital. Kemudian digantikan oleh codec yang lebih efisien, tetapi lisensi patennya tetap menjadi titik pertikaian bagi proyek sumber terbuka seperti FFmpeg, yang harus menerapkan solusi atau membayar biaya. Kedaluwarsa paten terakhir menyelesaikan masalah yang sudah berlangsung lama ini.

Ke depannya, sumber menunjukkan bahwa perkembangan ini mungkin memiliki dampak langsung yang terbatas pada konsumsi video arus utama, karena sebagian besar pengguna telah beralih ke codec yang lebih baru. Namun, hal ini dapat menguntungkan aplikasi khusus, seperti emulasi game retro atau proyek arsip yang mengandalkan MPEG-4 Visual. Selain itu, ini menghilangkan risiko hukum potensial bagi perusahaan yang masih menggunakan format ini dalam sistem lawas, memungkinkan mereka untuk melanjutkan operasi tanpa biaya lisensi.

Sources

Report / request removal

Related

Comments

No comments yet. Be the first.