Paten MPEG-4 Visual Terakhir Telah Kedaluwarsa
Paten terakhir yang mencakup standar kompresi video MPEG-4 Visual telah kedaluwarsa, menandai berakhirnya era puluhan tahun biaya lisensi untuk codec yang banyak digunakan. Paten tersebut, yang dipegang oleh konsorsium perusahaan termasuk Mitsubishi, Philips, dan LG, secara resmi berakhir pada 31 Januari 2025, menurut laporan dari Phoronix. Perkembangan ini berarti bahwa implementasi perangkat lunak dan perangkat keras MPEG-4 Visual, yang umum dikenal sebagai MPEG-4 Part 2, kini bebas dari kewajiban royalti, berpotensi menurunkan biaya bagi pengembang dan konsumen.
Kedaluwarsa ini mempengaruhi berbagai industri yang mengandalkan MPEG-4 Visual untuk encoding dan decoding video. Ini termasuk file video lawas, kamera digital, dan platform streaming video lama yang masih menggunakan format tersebut. Meskipun codec yang lebih baru seperti H.264 dan H.265 sebagian besar telah menggantikan MPEG-4 Visual dalam aplikasi modern, standar ini masih digunakan untuk tujuan arsip dan kompatibilitas tertentu. Berakhirnya lisensi paten dapat menyederhanakan distribusi perangkat lunak yang mendukung codec ini, terutama dalam proyek sumber terbuka yang sebelumnya harus menavigasi persyaratan lisensi yang rumit.
Signifikansi dari peristiwa ini terletak pada penghapusan hambatan hukum dan finansial untuk menggunakan MPEG-4 Visual. Selama bertahun-tahun, perusahaan dan pengembang harus membayar royalti ke kumpulan paten MPEG LA, yang mengelola lisensi. Dengan berakhirnya paten terakhir, siapa pun kini dapat mengimplementasikan codec tanpa takut tuntutan pelanggaran. Hal ini dapat mendorong pelestarian media lama dan pengembangan alat baru yang memanfaatkan format tanpa biaya.
Angka dan tanggal spesifik dari sumber menunjukkan bahwa paten berakhir pada 31 Januari 2025. Paten tersebut adalah bagian dari kumpulan yang mencakup kontribusi dari beberapa perusahaan, meskipun nomor paten yang tepat tidak disebutkan. Kedaluwarsa ini mengikuti jangka waktu 20 tahun yang khas sejak tanggal pengajuan paten, yang menempatkan asalnya sekitar tahun 2005.
Latar belakang yang disediakan oleh sumber mencatat bahwa MPEG-4 Visual distandarisasi pada akhir 1990-an dan menjadi populer untuk video internet dan kamera digital. Kemudian digantikan oleh codec yang lebih efisien, tetapi lisensi patennya tetap menjadi titik pertikaian bagi proyek sumber terbuka seperti FFmpeg, yang harus menerapkan solusi atau membayar biaya. Kedaluwarsa paten terakhir menyelesaikan masalah yang sudah berlangsung lama ini.
Ke depannya, sumber menunjukkan bahwa perkembangan ini mungkin memiliki dampak langsung yang terbatas pada konsumsi video arus utama, karena sebagian besar pengguna telah beralih ke codec yang lebih baru. Namun, hal ini dapat menguntungkan aplikasi khusus, seperti emulasi game retro atau proyek arsip yang mengandalkan MPEG-4 Visual. Selain itu, ini menghilangkan risiko hukum potensial bagi perusahaan yang masih menggunakan format ini dalam sistem lawas, memungkinkan mereka untuk melanjutkan operasi tanpa biaya lisensi.
Sources
- Google News TechnologySecondary
Related
Taiwan Tahan Karyawan Nvidia dalam Penyelidikan Penyelundupan Chip ke China
Studi: Model di Hugging Face Mudah Buat Deepfake Porno
Apple Rencanakan MacBook Neo dengan RAM Lebih Besar dan Varian Warna
Apple Rilis iOS 26.6 dan macOS 26.6 dengan Perbaikan Keamanan
Spotify Alami Gangguan Besar Lagi
Verizon mengumumkan kesepakatan serat gelap senilai $1 miliar dengan Google untuk pusat data AI
iOS 26.6 kini tersedia untuk iPhone dengan perubahan ini
Antares mengumpulkan $470M untuk reaktor nuklir kecil bagi Angkatan Udara AS
Trending now
- Ariana Grande Gugat Peretas atas Bocoran Musik dan Video Tak Dirilis
- Taiwan Tahan Karyawan Nvidia dalam Penyelidikan Penyelundupan Chip ke China
- Harga Minyak Anjlok karena Harapan Damai AS-Iran Redakan Kekhawatiran Pasokan
- Dow, S&P 500, dan Nasdaq Naik Saat Minyak Jatuh; Investor Bersiap untuk Pekan Sibuk
- Studi: Model di Hugging Face Mudah Buat Deepfake Porno
- Badai Matahari Ekstrem Mungkin Tak Punya Batas Intensitas Atas, Riset Baru Peringatkan
- ChatGPT Tolak Tiru Gaya Penulis
- Krisis Pendanaan Jodrell Bank Ancam 'Brain Drain' Fisika Inggris
Comments
No comments yet. Be the first.