Pasar

Imbal Hasil Treasury Turun, Harga Minyak Anjlok

1 min read

Imbal Hasil Treasury Turun, Harga Minyak Anjlok
Photo: Anne Nygård · Unsplash
0 0
XWhatsAppTelegramLinkedIn

Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) turun pada 3 Agustus 2026, seiring harga minyak yang melemah karena sinyal meredanya ketegangan konflik Iran. Imbal hasil tenor 10 tahun turun lebih dari satu basis poin ke 4,688%, tenor 2 tahun turun empat basis poin ke 4,252%, dan tenor 30 tahun merosot lebih dari empat basis poin ke 5,226%. (Satu basis poin setara 0,01%; imbal hasil bergerak berlawanan arah dengan harga.)

Harga minyak merosot setelah Presiden Donald Trump mengklaim negosiasi dengan Iran akan dilanjutkan, menyusul keputusan AS untuk menunda serangan baru atas permintaan sekutu Teluk. Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, dalam konferensi pers pada 3 Agustus mengatakan tidak ada rencana perundingan langsung, dan menegaskan bahwa Teheran saat ini hanya terlibat dalam pembicaraan dengan Oman mengenai Selat Hormuz.

Imbal hasil Treasury 30 tahun melonjak pekan sebelumnya ke level tertinggi sejak 2007 setelah Federal Reserve pada 29 Juli memutuskan dengan suara 9-3 untuk menahan suku bunga acuan tetap di kisaran 3,5% hingga 3,75%. Dua pejabat yang berbeda pendapat pada 31 Juli menyatakan mendukung kenaikan suku bunga untuk memerangi inflasi.

Seema Shah, kepala strateg global di Principal Asset Management, mengatakan penurunan imbal hasil jangka pendek menunjukkan prospek kebijakan yang lebih dovish dalam waktu dekat, tetapi kenaikan imbal hasil jangka panjang selama pekan terakhir mengindikasikan kekhawatiran bahwa Ketua Fed Warsh mungkin tidak bertindak cukup agresif jika inflasi tetap tinggi. "Pasar obligasi pada dasarnya menguji kredibilitas Fed," tambahnya.

Pada 3 Agustus, investor juga menantikan data PMI manufaktur Juli yang dijadwalkan rilis pukul 15.00 waktu setempat.

Sources

Report / request removal

Related

Comments

No comments yet. Be the first.