Pasar

Harga Minyak Turun, Lalu Lintas Hormuz Pulih 30-35%

1 min read

Harga Minyak Turun, Lalu Lintas Hormuz Pulih 30-35%
Photo: Veli Yunus Ünal · Unsplash
0 0
XWhatsAppTelegramLinkedIn

Harga minyak turun pada 31 Juli 2026 seiring pemulihan lalu lintas minyak mentah melalui Selat Hormuz yang meredakan kekhawatiran pasokan. Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman September turun 1,62% menjadi $82,24 per barel, sementara Brent melemah 0,98% menjadi $88,16 per barel.

Penurunan harga ini terjadi setelah periode ketegangan yang meningkat ketika permusuhan AS-Iran sempat mendorong Brent di atas $93 per barel pada awal pekan. Commonwealth Bank of Australia mencatat dalam laporan Jumat bahwa arus yang lebih kuat melalui jalur air utama tersebut telah menenangkan pasar.

Bank itu memperkirakan lalu lintas Hormuz telah pulih ke sekitar 30%-35% dari level sebelum perang. Mereka menambahkan bahwa pemulihan lebih lanjut ke sekitar 50%-60% dari arus normal dapat mengembalikan kondisi kelebihan pasokan di pasar minyak global.

Investor juga mencermati seruan Presiden Donald Trump untuk menambahkan tarif pada Iran dalam rancangan undang-undang sanksi bipartisan yang ditujukan pada Teheran dan Rusia. Trump mengatakan, "Saya ingin melihat tarif pada Iran. Itu akan membuatnya jauh lebih kuat," merujuk pada undang-undang yang akan memberlakukan sanksi ekonomi pada Rusia dan pendukungnya dalam perang Ukraina.

RUU tersebut juga akan memungkinkan Trump untuk mengenakan tarif yang ditargetkan pada barang dari lima negara teratas yang membeli energi Rusia dan membantunya menghindari sanksi. Meskipun sanksi terhadap Iran dan Rusia mendapat dukungan luas di Kongres, preferensi Trump untuk tarif sebagai alat ekonomi tetap memicu perdebatan.

Impor AS dari Iran hanya berjumlah $1,4 juta pada 2025, menurut Kantor Perwakilan Dagang AS. Karya seni, barang koleksi, dan barang antik menyumbang 55% dari nilai tersebut, menurut data Trading Economics.

Sources

Report / request removal

Related

Comments

No comments yet. Be the first.