Sains

Baterai Cetak 3D Dapat Mempercepat Penelitian Penyimpanan Energi

1 min read

0 0
XWhatsAppTelegramLinkedIn

Para peneliti di Queen's University Belfast telah mengembangkan baterai cetak 3D yang dapat mempercepat kemajuan dalam penyimpanan energi terbarukan. Desain baterai baru ini, yang menggunakan elektrolit padat, dimaksudkan untuk mengatasi keterbatasan baterai lithium-ion konvensional, seperti risiko keselamatan dan pengisian daya yang lambat. Terobosan ini berdampak pada sektor energi terbarukan, produsen kendaraan listrik, dan konsumen yang bergantung pada perangkat elektronik portabel. Hal ini penting karena penyimpanan energi yang efisien merupakan hambatan kritis bagi adopsi luas energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin. Tim yang dipimpin oleh Dr. Yan Zhang mencetak prototipe menggunakan printer 3D khusus yang menyimpan lapisan bahan elektroda dan elektrolit. Baterai tersebut mencapai kepadatan energi tinggi sebesar 200 watt-jam per kilogram dan mempertahankan 90% kapasitas setelah 1.000 siklus pengisian-pengosongan, menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Small. Pekerjaan ini dibangun di atas upaya sebelumnya di Queen's untuk mengembangkan baterai padat, yang lebih aman dan lebih stabil daripada baterai elektrolit cair. Langkah selanjutnya melibatkan peningkatan skala proses manufaktur dan pengujian baterai dalam aplikasi dunia nyata, seperti menyalakan kendaraan listrik atau penyimpanan jaringan. Para peneliti bertujuan untuk mengkomersialkan teknologi dalam waktu lima tahun, menunggu pengembangan lebih lanjut dan kemitraan industri.

Sources

Report / request removal

Related

Comments

No comments yet. Be the first.