Superblocks dan AWS Bawa Vibe Coding ke Cloud Privat
Superblocks, sebuah startup vibe coding, telah menandatangani perjanjian pemasaran bersama jangka panjang dengan Amazon Web Services (AWS), yang memungkinkan alatnya tertanam di dalam cloud privat pelanggan AWS. Kesepakatan ini diumumkan pada 3 Agustus 2026. Berdasarkan perjanjian tersebut, perusahaan yang menggunakan AWS dapat berlangganan Superblocks dan menawarkan vibe coding kepada pengguna bisnis mereka, dengan aplikasi yang berjalan sepenuhnya di dalam cloud privat perusahaan. Aplikasi-aplikasi ini akan membuat database Amazon Aurora secara internal, alih-alih mengandalkan database eksternal seperti Supabase, dan akan terintegrasi dengan Amazon Bedrock, platform pengembangan aplikasi AI milik AWS. Menurut salah satu pendiri dan CEO Superblocks, Brad Menezes, hal ini memastikan bahwa data tidak pernah meninggalkan cloud privat dan tetap aman dengan semua kontrol audit, enkripsi, dan jaringan yang ada. AWS juga akan membantu menjual Superblocks ke perusahaan melalui Marketplace-nya, dengan juru bicara AWS menyatakan, "Kami mendukung mitra di mana kami melihat permintaan pelanggan yang kuat dan keselarasan dengan cara pelanggan ingin membangun." Langkah ini signifikan karena mencerminkan tren yang lebih luas di mana penyedia cloud hyperscaler mendorong perusahaan untuk memisahkan model AI mereka dari kerangka kerja lainnya dan mengelola semuanya di cloud mereka. CEO Microsoft, Satya Nadella, baru-baru ini mengadvokasi penggunaan banyak model untuk mengurangi biaya dan menghindari lock-in, serta memperingatkan bahwa laboratorium AI mungkin tidak dapat dipercaya untuk orkestrasi agen. Menezes mencatat bahwa perusahaan telah beralih ke adopsi banyak model, termasuk opsi open-weight dari China, dan bahwa strategi multi-model kini menjadi keharusan bagi para CIO. Dia memprediksi bahwa eksekutif mana pun yang bertaruh pada satu penyedia model akan dipecat. Superblocks, yang memiliki 50 karyawan dan mengumpulkan $60 juta dalam putaran Seri A yang diumumkan pada Mei 2025 dari investor termasuk Spark Capital, Kleiner Perkins, Meritech Capital, dan Greenoaks, akan diuntungkan oleh tren ini. AWS saat ini tidak memiliki agen vibe coding sendiri untuk pengguna bisnis, menjadikan kemitraan ini dorongan strategis bagi startup tersebut. Perjanjian ini menyoroti bagaimana penyedia cloud membawa vibe coding ke cloud privat yang aman, menandai gelombang kedua yang potensial setelah agen coding AI untuk pengembang.
Sources
- TechCrunchSecondary
Related
Siri AI Hadir di Beta iOS 27 dengan Pemahaman Konteks Pribadi
Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra: Baterai 5.000 mAh, Tahan 32 Jam
Bocor: Laptop dan Tablet 2-in-1 Lenovo Googlebook dengan Tombol Gemini
Pasokan MacBook Air Terhambat Kekurangan Chip Memori Global
Perusahaan Robot Humanoid untuk Militer AS Picu Alarm
Uber gandeng 30+ perusahaan AV bangun jaringan robotaxi global
Google tarik fitur AI Earth setelah sehari
Kacamata Night Vision Warna Penuh Ubah Inframerah Jadi Warna Alami
Trending now
- Apple Anjlok 7%, Amazon Melonjak 12%: Taruhan AI Memecah Investor
- Bocoran Desain Pixel 11 Pro Fold: Layar Dalam 8 Inci
- Aturan Hak Perbaiki UE Mulai Berlaku Hari Ini
- Agen OpenAI Retas Hugging Face dalam 17.600 Tindakan Selama 4,5 Hari
- PDB AS Tumbuh 1,5% di Kuartal II, Inflasi Inti Capai 3,3%
- Saham Novo Nordisk Anjlok 9% Setelah Uji Coba Obat Jantung Gagal
- China Dominasi AI Murah di Asia, AS Terpuruk di APEC
- Pendapatan Reddit Melonjak 61% ke $805 Juta, Peringatkan Lalu Lintas
Comments
No comments yet. Be the first.