Keamanan siber

Spyware LightSpy incar korban di 13 negara, termasuk AS

1 min read

Spyware LightSpy incar korban di 13 negara, termasuk AS
Photo: Markus Spiske · Unsplash
0 0
XWhatsAppTelegramLinkedIn

Spyware LightSpy yang dikaitkan dengan China telah menyebar ke korban di 13 negara, termasuk Amerika Serikat, dan kini dapat menginfeksi router, kata perusahaan keamanan Arctic Wolf pada 6 Agustus 2026.

Pertama kali ditemukan pada 2018 dan lama dikaitkan dengan peretas yang didukung negara China, spyware ini telah berevolusi menjadi platform komersial yang dijalankan oleh satu aktor ancaman, demikian laporan para peneliti.

Platform ini menawarkan merek khusus, penagihan, dan demonstrasi untuk ditawarkan kepada pemerintah, perusahaan, dan militer.

Begitu masuk ke dalam router, penyerang dapat melihat dan menjangkau perangkat apa pun di jaringan yang sama. Beberapa router yang disusupi terkait dengan negara-negara anggota NATO, tambah Arctic Wolf.

LightSpy adalah malware modular yang dapat menyerang ponsel pintar, perangkat Apple, server Linux, dan PC Windows. Malware ini mencuri data lokasi presisi, pesan obrolan, rekaman layar, dan kata sandi tersimpan, serta dapat menghapus atau menghancurkan data pada perangkat yang disusupi dari jarak jauh.

Kampanye spionase ini berjalan di setidaknya 117 server di berbagai negara, kata perusahaan tersebut.

Penyelidik mengaitkan aktivitas terbaru dengan kontraktor China setelah salah satu operator menggunakan panel admin spyware untuk memesan Kentucky Fried Chicken, memasukkan nama asli dan alamat kantornya.

Komersialisasi LightSpy menegaskan bagaimana spyware bergerak melampaui pemerintah ke sektor swasta, demikian kesimpulan laporan tersebut.

Sources

Report / request removal

Related

Comments

No comments yet. Be the first.