Keamanan siber

Peretas Korea Utara Dibobol, 1.640 Perusahaan Terbobol

2 min read

Peretas Korea Utara Dibobol, 1.640 Perusahaan Terbobol
Photo: Markus Spiske · Unsplash
0 0
XWhatsAppTelegramLinkedIn

Seorang peneliti keamanan siber berhasil mengakses sistem peretas Korea Utara dan mengungkap bahwa mereka telah membobol 1.640 perusahaan di 57 negara. Vangelis Stykas, CTO di Kumio, akan memaparkan temuannya di konferensi keamanan Black Hat di Las Vegas pada 5 Agustus 2026. Ia memperkirakan 700 hingga 800 organisasi yang terdampak mengalami intrusi parah, termasuk akses root ke server dan kunci mata uang kripto. Stykas mengakses beberapa server komando-dan-kontrol dan, dalam beberapa kasus, workstation milik peretas itu sendiri, sehingga ia bisa mengakses Slack, Discord, dan sekitar 5 terabyte data. Ia mengidentifikasi korban dengan menganalisis kunci pengembang dan kode sumber, lalu mengungkap insiden tersebut kepada pihak yang terdampak. Di Black Hat, ia secara terbuka menyebut sekitar selusin perusahaan yang menangani pengungkapan dengan baik, termasuk Rumah Sakit Anak Boston, AEON Smart Technology, Oppo, Coinbase, Uniswap Labs, Dewan Kehakiman Tertinggi Italia, anak perusahaan Al Rajhi Bank, dan Digitaal Vlaanderen. CERT Jepang mengonfirmasi temuan tersebut dan bekerja sama dengan AEON untuk perbaikan. Pemerintah Flandria diberi tahu pada 3 Maret 2026 dan mengisolasi workstation yang terdampak. Rumah Sakit Anak Boston mengatakan insiden itu melibatkan perangkat pribadi mantan kontraktor dan tidak menemukan akses tidak sah ke sistemnya. Coinbase menyelidiki seorang kontraktor, tidak menemukan kaitan dengan Korea Utara, tetapi memutus kontraknya dalam 30 hari setelah perekrutan karena risiko keamanan. Para peretas menggunakan wawancara kerja palsu untuk memikat pengembang perangkat lunak agar memasang malware, taktik yang dikenal sebagai Contagious Interview sejak 2022. Kontraktor yang terkompromi sering kali memiliki akses ke banyak perusahaan, sehingga memperbesar dampak serangan. Operasi siber Korea Utara bersifat dinamis, dengan beberapa ratus operator terampil dan ribuan pekerja TI yang menghasilkan uang untuk rezim, menurut laporan Dtex. Peneliti ancaman Marcus Hutchins memperingatkan bahwa meskipun para peretas fokus pada pencurian kripto, akses persisten bisa dieksploitasi oleh tim spionase. Stykas mengatakan ratusan perusahaan tidak pernah menanggapi peringatannya, dan korban baru ditambahkan setiap hari, menjadikan ini pekerjaan penuh waktunya.

Sources

Report / request removal

Related

Comments

No comments yet. Be the first.