Perusahaan Baja Jingye China Tuntut Kompensasi dari Inggris atas Nasionalisasi British Steel
Sebuah perusahaan baja China menuntut kompensasi dari pemerintah Inggris atas nasionalisasi British Steel. Jingye Group, yang telah berinvestasi di pabrik baja Inggris tersebut, mengatakan telah menderita kerugian finansial akibat keputusan pemerintah untuk mengambil alih perusahaan tersebut menjadi milik publik. Sengketa ini mempengaruhi investasi Jingye dan hubungan bisnis Inggris-China yang lebih luas, karena menimbulkan kekhawatiran tentang perlakuan terhadap investor asing. Nasionalisasi terjadi pada April 2023 ketika pemerintah Inggris turun tangan untuk melindungi British Steel, pabrik baja besar terakhir di negara itu, dengan alasan keamanan nasional dan kekhawatiran rantai pasokan. Jingye sebelumnya telah mengakuisisi British Steel pada tahun 2020 seharga sekitar £50 juta, tetapi langkah pemerintah secara efektif menghapus sahamnya. Perusahaan China sekarang mencari penyelesaian yang adil, dengan laporan menunjukkan bahwa mereka telah secara resmi meminta kompensasi dari pemerintah Inggris. Langkah selanjutnya dapat melibatkan tindakan hukum atau negosiasi diplomatik, karena kasus ini menyoroti ketegangan antara intervensi negara dan perlindungan investor asing.
Sources
- Google News BusinessSecondary
- Google News BusinessSecondary
Related
Saham Apple Cetak Rekor Tertinggi Jelang Laba Fiskal Q3
Investasi Pusat Data AI Mendorong Pesanan Barang Tahan Lama pada Juni
Pertumbuhan laba industri China melambat ke laju terlemah tahun ini
Bank sentral Singapura mengetatkan kebijakan moneter dalam langkah mengejutkan
Minyak turun saat ketegangan AS-Iran mereda; AstraZeneca lampaui perkiraan laba
Pembuat chip memori China CXMT debut di Shanghai setelah IPO terbesar di Asia
Shein mengumumkan kerugian kuartalan dan dampak tarif menjelang IPO Hong Kong
Kenaikan harga diesel akibat konflik Iran meningkatkan biaya bagi petani AS
Trending now
- Ariana Grande Gugat Peretas atas Bocoran Musik dan Video Tak Dirilis
- Taiwan Tahan Karyawan Nvidia dalam Penyelidikan Penyelundupan Chip ke China
- Harga Minyak Anjlok karena Harapan Damai AS-Iran Redakan Kekhawatiran Pasokan
- Dow, S&P 500, dan Nasdaq Naik Saat Minyak Jatuh; Investor Bersiap untuk Pekan Sibuk
- Studi: Model di Hugging Face Mudah Buat Deepfake Porno
- Badai Matahari Ekstrem Mungkin Tak Punya Batas Intensitas Atas, Riset Baru Peringatkan
- ChatGPT Tolak Tiru Gaya Penulis
- Krisis Pendanaan Jodrell Bank Ancam 'Brain Drain' Fisika Inggris
Comments
No comments yet. Be the first.