Minyak turun saat ketegangan AS-Iran mereda; AstraZeneca lampaui perkiraan laba
Harga minyak turun pada Senin karena ketegangan antara AS dan Iran tampak mereda, sementara AstraZeneca melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan didorong oleh penjualan obat kanker yang kuat. Perkembangan ini terjadi saat pasar bereaksi terhadap campuran berita geopolitik dan korporasi.
Penurunan harga minyak menyusul sinyal bahwa AS dan Iran mungkin bergerak menuju de-eskalasi setelah berminggu-minggu retorika yang meningkat. Hal ini mempengaruhi pasar energi global, dengan harga minyak acuan turun lebih dari 2% dalam perdagangan awal. Meredanya ketegangan mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah, wilayah penghasil minyak utama.
AstraZeneca, raksasa farmasi Inggris-Swedia, melaporkan laba kuartalan yang melampaui perkiraan analis, berkat portofolio obat kanker. Perusahaan melaporkan kenaikan pendapatan 15% untuk kuartal ketiga, mencapai $12,8 miliar, dengan penjualan onkologi naik 19%. Ini penting karena AstraZeneca adalah pemain utama di pasar obat global, dan kinerjanya sering menandakan tren yang lebih luas di sektor perawatan kesehatan.
Penurunan harga minyak terjadi setelah berminggu-minggu volatilitas yang didorong oleh risiko geopolitik. Awal bulan ini, harga melonjak karena kekhawatiran konflik yang lebih luas melibatkan Iran. Sementara itu, hasil AstraZeneca mengikuti serangkaian laba kuat dari perusahaan obat lain, menekankan ketahanan industri farmasi di tengah ketidakpastian ekonomi.
Ke depan, analis memperkirakan harga minyak akan tetap sensitif terhadap perkembangan lebih lanjut dalam hubungan AS-Iran. Untuk AstraZeneca, perusahaan mempertahankan panduan setahun penuh, menunjukkan kepercayaan pada pertumbuhan berkelanjutan dari lini obat kanker. Investor akan mengawasi persetujuan produk baru atau keputusan regulasi yang dapat mempengaruhi prospek perusahaan.
Sources
- The Guardian WorldSecondary
- The Guardian WorldSecondary
Related
Ford Rilis Laba Q2 di Tengah Penurunan Penjualan Dua Digit
Shein Hadapi Investigasi FTC Jelang IPO Hong Kong
Visa PHK 7% Karyawan dalam Restrukturisasi
UPS Lampaui Ekspektasi Q2, Naikkan Proyeksi Pendapatan Tahunan
Coca-Cola Naikkan Proyeksi Laba Setahun Penuh Berkat Penjualan Kuat
Unilever Peringatkan Kenaikan Harga Lebih Lanjut di Tengah Biaya yang Meningkat
Insinyur Samsung Hengkang ke SK Hynix demi Bonus Rp7,4 Miliar
Saham Apple Cetak Rekor Tertinggi Jelang Laba Fiskal Q3
Trending now
- T-Mobile Konfirmasi Gangguan Nasional, Ponsel Terjebak Mode SOS
- Karyawan OpenAI, Anthropic Desak AS Atur AI
- eBay Bayar Hampir $50 Juta ke Pasangan yang Dikirimi Kecoak dan Topeng Babi Berdarah
- Airbus A350-1000ULR Terbang 24 Jam Nonstop dari Australia ke Prancis
- Sega Dreamcast Dapat Game Baru 25 Tahun Setelah Dihentikan
- Roket Falcon 9 Tabrak Bulan dengan Energi 11,8 Gigajoule
- Xbox Umumkan Lineup Gamescom 2026: Fable, Gears of War: E-Day
- Perkiraan Belanja Google Melonjak ke $205 Miliar, Meresahkan Investor
Comments
No comments yet. Be the first.