Nestle Menjual Setengah Unit Airnya ke Platinum Equity dalam Kesepakatan Usaha Patungan Senilai $3,4 Miliar
Nestlé telah setuju untuk menjual 50% saham di bisnis airnya, yang mencakup merek Perrier dan Vittel, kepada perusahaan ekuitas swasta Platinum Equity dalam kesepakatan senilai $3,4 miliar. Transaksi ini menciptakan usaha patungan baru bernama Peranel, dengan nilai perusahaan sebesar $5,6 miliar, menurut pernyataan dari Platinum Equity.
Kesepakatan ini mempengaruhi divisi air global Nestlé, yang telah menghadapi penurunan penjualan karena konsumen beralih dari air kemasan akibat kekhawatiran lingkungan. Usaha patungan akan beroperasi sebagai entitas independen, dengan Nestlé mempertahankan setengah bisnis lainnya. Platinum Equity akan mengelola operasi sehari-hari, sementara Nestlé akan terus memegang saham yang signifikan.
Langkah ini penting karena menandai pergeseran strategis bagi Nestlé, yang telah fokus pada kategori pertumbuhan tinggi seperti kopi dan perawatan hewan peliharaan. Dengan menjual saham di unit airnya, Nestlé bertujuan untuk merampingkan portofolio dan meningkatkan profitabilitas. Kesepakatan diharapkan selesai pada paruh pertama tahun 2025, tergantung pada persetujuan regulasi.
Angka spesifik termasuk harga jual $3,4 miliar untuk saham 50%, nilai perusahaan Peranel sebesar $5,6 miliar, dan penyertaan merek seperti Perrier, Vittel, dan San Pellegrino. Transaksi ini pertama kali dilaporkan oleh The Wall Street Journal dan dikonfirmasi oleh Platinum Equity.
Latar belakang: Nestlé telah menjajaki opsi untuk bisnis airnya sejak 2023, termasuk potensi penjualan atau pemisahan, sebagai bagian dari tinjauan portofolio yang lebih luas. Perusahaan sebelumnya menjual merek air Amerika Utaranya, termasuk Poland Spring dan Deer Park, kepada perusahaan ekuitas swasta pada tahun 2021 seharga $4,3 miliar.
Langkah selanjutnya: Usaha patungan akan berupaya memperluas penawaran minuman premium dan meningkatkan efisiensi operasional. Nestlé akan menggunakan hasil dari kesepakatan untuk berinvestasi di segmen yang tumbuh lebih cepat, seperti kopi dan ilmu kesehatan. Platinum Equity berencana mendukung pertumbuhan Peranel melalui akuisisi dan perbaikan operasional.
Sources
- Google News GlobalSecondary
Related
Laba SK Hynix Q2 Melonjak 557% ke Rekor Tertinggi
Ford Rilis Laba Q2 di Tengah Penurunan Penjualan Dua Digit
Shein Hadapi Investigasi FTC Jelang IPO Hong Kong
Visa PHK 7% Karyawan dalam Restrukturisasi
UPS Lampaui Ekspektasi Q2, Naikkan Proyeksi Pendapatan Tahunan
Coca-Cola Naikkan Proyeksi Laba Setahun Penuh Berkat Penjualan Kuat
Unilever Peringatkan Kenaikan Harga Lebih Lanjut di Tengah Biaya yang Meningkat
Insinyur Samsung Hengkang ke SK Hynix demi Bonus Rp7,4 Miliar
Trending now
- Kenya Selidiki Kematian 15 Gajah di Taman Amboseli
- Biaya Pendanaan Pusat Data AI Meta Naik dalam Kesepakatan $14 Miliar dengan BlackRock
- Cyera akuisisi Oasis Security senilai $1 miliar, akuisisi ketiga tahun ini
- Misi Penyelamatan Swift NASA Alami Masalah Kontrol Sikap
- American Airlines Hentikan Semua Penerbangan Nasional Akibat Gangguan IT
- Laba SK Hynix Q2 Melonjak 557% ke Rekor Tertinggi
- 1.100 Staf AI Desak AS Perlambat Pertumbuhan Teknologi
- Peretasan ChatGPT Lumpuhkan Perusahaan Teknologi, Panggilan Darurat Digelar
Comments
No comments yet. Be the first.