Unilever Peringatkan Kenaikan Harga Lebih Lanjut di Tengah Biaya yang Meningkat
Unilever mengumumkan pada 28 Juli 2026 bahwa mereka akan menerapkan kenaikan harga lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang. Raksasa barang konsumen yang memiliki merek seperti Marmite, Dove, dan Hellmann's ini bertujuan untuk mengimbangi kenaikan biaya sendiri.
Kenaikan harga akan memengaruhi konsumen secara global, karena produk Unilever mencakup kategori makanan, perawatan pribadi, dan perawatan rumah. Perusahaan mencatat bahwa meskipun pertumbuhan harga melambat pada kuartal kedua, hal ini disebabkan oleh faktor sementara seperti diskon terkait Piala Dunia dan upaya untuk tetap kompetitif di Brasil.
Peringatan ini penting karena menandakan bahwa tekanan biaya pada produsen masih berlanjut, dan konsumen harus bersiap menghadapi tagihan belanja yang lebih tinggi. Langkah Unilever mencerminkan tren inflasi yang lebih luas yang memengaruhi sektor barang konsumen.
Menurut perusahaan, perlambatan laju kenaikan harga pada kuartal kedua adalah jeda singkat. Unilever melaporkan pertumbuhan penjualan yang kuat selama periode tersebut, sebagian didorong oleh kampanye pemasaran yang terkait dengan Piala Dunia.
Perusahaan sebelumnya telah menaikkan harga untuk mengatasi kenaikan biaya input dan operasional. Pengumuman terbaru menunjukkan bahwa langkah-langkah tersebut belum sepenuhnya menutupi kenaikan biaya, sehingga memerlukan penyesuaian tambahan.
Unilever menyatakan bahwa faktor sementara yang memperlambat kenaikan harga tidak akan melindungi konsumen untuk waktu yang lama. Perusahaan memperkirakan akan menerapkan kenaikan harga baru dalam beberapa bulan mendatang, meskipun tidak merinci jumlah pasti atau lini produk.
Sources
- The Guardian WorldSecondary
Related
Ford Rilis Laba Q2 di Tengah Penurunan Penjualan Dua Digit
Shein Hadapi Investigasi FTC Jelang IPO Hong Kong
Visa PHK 7% Karyawan dalam Restrukturisasi
UPS Lampaui Ekspektasi Q2, Naikkan Proyeksi Pendapatan Tahunan
Coca-Cola Naikkan Proyeksi Laba Setahun Penuh Berkat Penjualan Kuat
Insinyur Samsung Hengkang ke SK Hynix demi Bonus Rp7,4 Miliar
Saham Apple Cetak Rekor Tertinggi Jelang Laba Fiskal Q3
Investasi Pusat Data AI Mendorong Pesanan Barang Tahan Lama pada Juni
Trending now
- Apple akan Luncurkan Tiga Produk Smart Home dengan Siri AI
- WhatsApp Tambahkan Panggilan Terenkripsi di Versi Web
- Sekolah Pasang Drone Semprot Cabai untuk Cegah Penembakan
- Dow Naik 670 Poin Berkat Laba Coca-Cola dan Sherwin-Williams
- Samsung Luncurkan Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 di Unpacked
- Nasdaq 100 Masuk Koreksi, Saham Chip Anjlok
- Sutradara Chuck Russell, Sutradara The Mask, Meninggal di Usia 74
- Samsung Luncurkan Galaxy Z Fold8 Ultra, Fold8, Flip8 di Unpacked
Comments
No comments yet. Be the first.