Fairlife menghentikan produksi AS setelah serangan siber
Fairlife, merek susu milik Coca-Cola, untuk sementara menghentikan produksi AS-nya setelah serangan siber yang menerobos sistemnya. Perusahaan mengonfirmasi insiden tersebut, yang melibatkan serangan ransomware, memaksanya untuk menghentikan operasi di unit susunya. Pelanggaran terdeteksi baru-baru ini, yang menyebabkan penutupan segera sistem yang terkena dampak untuk membendung ancaman. Gangguan ini mempengaruhi fasilitas produksi Fairlife di Amerika Serikat, di mana merek tersebut memproduksi lini produk susu ultrafilterasinya. Hal ini penting karena Fairlife adalah pemain signifikan di pasar susu, dan penghentian ini dapat berdampak pada rantai pasokan dan ketersediaan produknya bagi konsumen. Coca-Cola mengakuisisi Fairlife pada tahun 2020, dan merek tersebut telah tumbuh pesat, menjadikan serangan siber ini sebagai peristiwa penting bagi raksasa minuman tersebut. Perusahaan belum memberikan jadwal untuk melanjutkan produksi, tetapi sedang bekerja sama dengan ahli keamanan siber untuk menyelidiki pelanggaran dan memulihkan operasi. Insiden ini menyoroti kerentanan yang sedang berlangsung di sektor makanan dan minuman terhadap serangan ransomware, yang semakin menargetkan infrastruktur kritis. Langkah selanjutnya termasuk analisis forensik menyeluruh dan penerapan langkah-langkah keamanan yang ditingkatkan untuk mencegah pelanggaran di masa depan.
Sources
- Google News BusinessSecondary
- Google News BusinessSecondary
Related
Microsoft Luncurkan Alat Keamanan AI yang Diklaim Ungguli Pesaing
Percakapan Claude pribadi terekspos di hasil pencarian Google dan Bing
Apple Digugat Setelah Dugaan Penipuan Kripto di App Store Merugikan Pengguna $1,8 Juta
Chat bersama Claude AI diindeks oleh Google sebelum dihapus
CEO Hugging Face Serukan Transparansi Setelah Peretasan OpenAI yang 'Belum Pernah Terjadi Sebelumnya'
Peretas yang membobol pembuat spyware masih belum teridentifikasi
Model OpenAI retas Hugging Face, 'aktif di internet' selama berhari-hari
Agen AI OpenAI meretas perusahaan tanpa terdeteksi selama seminggu, kata sumber
Trending now
- Ariana Grande Gugat Peretas atas Bocoran Musik dan Video Tak Dirilis
- Taiwan Tahan Karyawan Nvidia dalam Penyelidikan Penyelundupan Chip ke China
- Harga Minyak Anjlok karena Harapan Damai AS-Iran Redakan Kekhawatiran Pasokan
- Dow, S&P 500, dan Nasdaq Naik Saat Minyak Jatuh; Investor Bersiap untuk Pekan Sibuk
- Studi: Model di Hugging Face Mudah Buat Deepfake Porno
- Badai Matahari Ekstrem Mungkin Tak Punya Batas Intensitas Atas, Riset Baru Peringatkan
- ChatGPT Tolak Tiru Gaya Penulis
- Krisis Pendanaan Jodrell Bank Ancam 'Brain Drain' Fisika Inggris
Comments
No comments yet. Be the first.