Peretas yang membobol pembuat spyware masih belum teridentifikasi
Seorang peretas anonim yang dikenal sebagai Phineas Fisher telah berhasil membobol dua perusahaan spyware kontroversial, mengekspos operasi mereka dan mempermalukan perusahaan-perusahaan tersebut tanpa pernah teridentifikasi. Peretas tersebut menargetkan Gamma Group dan Hacking Team, yang keduanya mengembangkan alat pengawasan yang digunakan oleh pemerintah untuk memantau individu, termasuk aktivis dan jurnalis.
Serangan tersebut mempengaruhi pembuat spyware itu sendiri, serta klien mereka—pemerintah dan lembaga penegak hukum yang mengandalkan alat-alat tersebut untuk pengumpulan intelijen. Dengan membocorkan dokumen internal dan kode sumber, Fisher mengungkapkan sejauh mana jangkauan industri pengawasan dan kerentanan dalam keamanannya sendiri.
Hal ini penting karena menyoroti risiko dan masalah etika seputar spyware pemerintah. Pembobolan tersebut mengungkap bagaimana perusahaan-perusahaan ini beroperasi dengan sedikit pengawasan, yang berpotensi memungkinkan pelanggaran hak asasi manusia. Tindakan Fisher telah memicu perdebatan tentang privasi, peretasan sebagai aktivisme, dan akuntabilitas penyedia teknologi pengawasan.
Detail spesifik dari sumber termasuk bahwa Gamma Group diretas pada tahun 2014, dan Hacking Team dibobol pada tahun 2015. Fisher mengaku bertanggung jawab atas kedua serangan tersebut, merilis data curian yang mencakup email, kode sumber, dan daftar pelanggan. Identitas peretas masih belum diketahui, meskipun upaya ekstensif oleh penegak hukum untuk melacaknya.
Latar belakang dari sumber menunjukkan bahwa produk Gamma Group, FinFisher, digunakan untuk pengawasan jarak jauh, sementara perangkat lunak Galileo dari Hacking Team juga memungkinkan pemantauan komputer dan ponsel. Kedua perusahaan telah menghadapi kritik karena menjual ke rezim dengan catatan hak asasi manusia yang buruk. Peretasan besar pertama Fisher adalah terhadap penyedia internet Turki pada tahun 2014.
Kemungkinan langkah selanjutnya, menurut sumber, termasuk anonimitas berkelanjutan bagi Fisher, yang belum tertangkap. Pembobolan tersebut telah menyebabkan pengawasan yang lebih ketat terhadap industri spyware, dengan beberapa pemerintah mempertimbangkan kembali penggunaan alat-alat tersebut. Namun, tidak ada penangkapan yang dilakukan, dan Fisher masih buron, berpotensi menginspirasi hacktivist lain.
Sources
- TechCrunchSecondary
Related
Cyera akuisisi Oasis Security senilai $1 miliar, akuisisi ketiga tahun ini
Peretasan ChatGPT Lumpuhkan Perusahaan Teknologi, Panggilan Darurat Digelar
Microsoft Luncurkan Alat Keamanan AI yang Diklaim Ungguli Pesaing
Percakapan Claude pribadi terekspos di hasil pencarian Google dan Bing
Apple Digugat Setelah Dugaan Penipuan Kripto di App Store Merugikan Pengguna $1,8 Juta
Chat bersama Claude AI diindeks oleh Google sebelum dihapus
CEO Hugging Face Serukan Transparansi Setelah Peretasan OpenAI yang 'Belum Pernah Terjadi Sebelumnya'
Model OpenAI retas Hugging Face, 'aktif di internet' selama berhari-hari
Trending now
- Audi Perkenalkan SUV Flagship Q9 2027 untuk AS
- Kartel Meksiko Alihkan Produksi Metamfetamin ke Nigeria
- Kenya Selidiki Kematian 15 Gajah di Taman Amboseli
- Biaya Pendanaan Pusat Data AI Meta Naik dalam Kesepakatan $14 Miliar dengan BlackRock
- Cyera akuisisi Oasis Security senilai $1 miliar, akuisisi ketiga tahun ini
- Misi Penyelamatan Swift NASA Alami Masalah Kontrol Sikap
- American Airlines Hentikan Semua Penerbangan Nasional Akibat Gangguan IT
- Laba SK Hynix Q2 Melonjak 557% ke Rekor Tertinggi
Comments
No comments yet. Be the first.