Teknologi

Facebook Pertimbangkan Menjadi TikTok, Lapor The Verge

2 min read

Facebook Pertimbangkan Menjadi TikTok, Lapor The Verge
Photo: Anne Nygård · Unsplash
0 0
XWhatsAppTelegramLinkedIn

Facebook dilaporkan sedang menjajaki perubahan strategis besar yang akan mengubah platform intinya menjadi layanan yang lebih mirip TikTok, menurut laporan terbaru. Langkah ini muncul saat raksasa media sosial menghadapi persaingan yang semakin ketat dari aplikasi video pendek yang telah melonjak popularitasnya di kalangan pengguna muda.

Perombakan potensial ini akan memengaruhi miliaran pengguna Facebook di seluruh dunia, terutama mereka yang telah beralih ke feed berbasis algoritma TikTok yang berisi video viral. Jika diterapkan, perubahan ini secara fundamental dapat mengubah cara orang mengalami Facebook, beralih dari model feed berita tradisional menuju antarmuka video layar penuh yang lebih berfokus pada hiburan. Hal ini penting karena Facebook telah lama menjadi jejaring sosial yang dominan, tetapi pertumbuhan penggunanya stagnan, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda, yang kini menghabiskan lebih banyak waktu di TikTok.

Menurut The Verge, yang mengutip sumber yang mengetahui diskusi internal, para eksekutif Facebook telah memperdebatkan apakah akan mengalihkan aplikasi utama menuju desain ala TikTok. Laporan tersebut tidak menyebutkan jadwal atau mengonfirmasi bahwa keputusan akhir telah dibuat. Namun, laporan itu mencatat bahwa perusahaan telah meluncurkan produk terpisah bernama Reels di Instagram, yang meniru format TikTok, dan telah menguji fitur serupa di Facebook.

Perkembangan ini menyusul bertahun-tahun Facebook meniru fitur dari pesaing, termasuk Stories dari Snapchat dan video pendek dari TikTok. Kepemimpinan perusahaan, termasuk CEO Mark Zuckerberg, telah mengakui ancaman yang ditimbulkan oleh TikTok, yang telah tumbuh menjadi lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan. Basis pengguna Facebook sendiri tetap lebih besar, hampir 3 miliar, tetapi metrik keterlibatannya menurun.

Langkah selanjutnya tidak jelas, tetapi laporan tersebut menunjukkan bahwa Facebook dapat mempercepat upayanya untuk mengintegrasikan lebih banyak konten video dan rekomendasi berbasis algoritma. Jika perusahaan melanjutkan dengan desain ulang penuh, mereka dapat menghadapi reaksi balik dari pengguna yang terbiasa dengan antarmuka saat ini, serta pengawasan regulasi terkait privasi data dan amplifikasi algoritmik. Untuk saat ini, Facebook belum memberikan komentar publik tentang laporan tersebut.

Sources

Report / request removal

Related

Comments

No comments yet. Be the first.