Penjualan Ferrari Luce EV Sukses Meski Dikritik Online
Ferrari Luce, kendaraan listrik murni pertama Ferrari, mencatat penjualan kuat sejak diluncurkan, membantah skeptisisme awal. Model ini langsung habis terjual pada produksi perdananya, menurut perusahaan.
Kesuksesan Luce berdampak langsung pada basis pelanggan Ferrari dan pasar otomotif mewah yang lebih luas. Para penggemar dan kritikus yang meragukan daya tarik Ferrari listrik kini dihadapkan pada permintaan nyata, sementara pesaing mungkin akan mengevaluasi ulang strategi elektrifikasi mereka.
Hal ini penting karena menandakan bahwa bahkan pembeli supercar tradisional mulai menerima powertrain listrik, menantang anggapan bahwa performa dan warisan harus bergantung pada mesin pembakaran. Kemampuan Ferrari menjual EV di titik harga premiumnya dapat mempercepat pergeseran industri menuju elektrifikasi.
Ferrari tidak mengungkapkan angka penjualan pasti, tetapi perusahaan mengonfirmasi pada 29 Juli 2026 bahwa alokasi pertama Luce telah dipesan penuh. Model ini diluncurkan pada awal 2026 sebagai penawaran baterai-listrik perdana merek tersebut, menjanjikan performa dan eksklusivitas yang identik dengan merek Ferrari.
Pengembangan Luce merupakan bagian dari rencana elektrifikasi luas Ferrari yang diumumkan pada 2022, yang menargetkan 40% penjualan berasal dari kendaraan listrik murni pada 2030. Sambutan awal menunjukkan perusahaan berada di jalur yang tepat untuk mencapai target tersebut, meskipun ada kritik online vokal saat mobil pertama kali diperkenalkan.
Ke depan, Ferrari diperkirakan akan meningkatkan produksi Luce untuk memenuhi permintaan, meskipun perusahaan tetap mempertahankan strategi kelangkaan terkendali. Respons pasar yang positif juga dapat mendorong Ferrari untuk mempercepat peluncuran model listrik tambahan di tahun-tahun mendatang.
Sources
- TechCrunchSecondary
Related
Ferrari Luce EV Capai Target Penjualan 500 Unit pada 2026
Waymo Taksi Kembali ke Jalan Tol Phoenix, Segera ke Kota Lain
Audi Perkenalkan SUV Flagship Q9 2027 untuk AS
Mantan Manajer Tesla Sebut Mobil Full Self-Driving 'Bahaya Bergulir'
Tesla Cybertruck disebut sebagai kegagalan terbesar dalam sejarah otomotif AS
Penjualan EV di Australia Lampaui Total Tahun Lalu pada Paruh Pertama 2026
Kendaraan listrik dapat membantu menstabilkan jaringan listrik AS
NHTSA Pertimbangkan Aturan Keluar Pintu yang Lebih Ketat Setelah Keluhan Cacat Tesla
Trending now
- Laba Shell Lebih dari Dua Kali Lipat Jadi $9,84 Miliar di Kuartal II
- Imbal Hasil Treasury Melonjak, 30 Tahun Tembus 5,236% Tertinggi Sejak
- Meta amankan kesepakatan pusat data rahasia di Louisiana, dapatkan semua permintaan
- UEFA Gelar Rapat Darurat Hadapi Rencana Jual-Beli Piala Dunia FIFA
- Jepang Impor Minyak Kanada Pertama Sejak 2025 via Pipa TMX
- Zuckerberg: Meta akan luncurkan agen AI pribadi untuk miliaran orang
- Jason Cloth Ditangkap atas Dugaan Skema Ponzi $100 Juta
- Microsoft Jual AI Sendiri, Lebih Murah dari OpenAI dan Anthropic
Comments
No comments yet. Be the first.