Saham Intel turun hampir 8% meskipun pendapatan Q2 melampaui ekspektasi
Intel Corporation melaporkan pertumbuhan pendapatan tercepat dalam lebih dari 15 tahun untuk kuartal kedua, namun sahamnya turun hampir 8% dalam perdagangan setelah jam kerja. Pembuat chip ini membukukan pendapatan yang melampaui ekspektasi Wall Street, didorong oleh lonjakan permintaan chip pusat data kecerdasan buatan (AI).
Hasil ini mempengaruhi investor Intel dan industri semikonduktor yang lebih luas, karena perusahaan ini adalah pemain kunci di pasar perangkat keras AI. Penurunan saham menunjukkan bahwa meskipun kinerja keuangan kuat, investor mungkin memiliki kekhawatiran tentang pertumbuhan masa depan atau margin keuntungan.
Ini penting karena kinerja Intel dipandang sebagai indikator utama untuk sektor teknologi, khususnya dalam belanja AI. Perubahan haluan perusahaan, yang didorong oleh permintaan pusat data AI, menandakan pergeseran dalam cara perusahaan berinvestasi dalam infrastruktur AI, dengan Intel mendapatkan keuntungan dari pola belanja AI baru.
Untuk kuartal kedua, Intel melaporkan pendapatan sebesar $12,8 miliar, naik 9% tahun-ke-tahun, dan laba per saham sebesar $0,13, melampaui perkiraan analis sebesar $0,10 per saham. Perusahaan juga menaikkan perkiraan pendapatan setahun penuh menjadi $54,2 miliar.
Pertumbuhan ini terjadi setelah periode penurunan bagi Intel, yang telah berupaya merebut kembali pangsa pasar dari pesaing seperti AMD dan Nvidia. Fokus perusahaan pada chip AI untuk pusat data telah membantu mendorong perubahan haluan.
Ke depan, Intel memperkirakan pertumbuhan berkelanjutan di paruh kedua tahun ini, didorong oleh permintaan AI. Namun, penurunan saham menunjukkan bahwa investor mungkin berhati-hati tentang keberlanjutan pertumbuhan ini atau kemampuan perusahaan untuk bersaing dalam jangka panjang.
Sources
- Google News BusinessSecondary
Related
Biaya Pendanaan Pusat Data AI Meta Naik dalam Kesepakatan $14 Miliar dengan BlackRock
American Airlines Hentikan Semua Penerbangan Nasional Akibat Gangguan IT
AS Larang Impor Robot Bergerak Canggih, Termasuk Humanoid
T-Mobile Konfirmasi Gangguan Nasional, Ponsel Terjebak Mode SOS
Airbus A350-1000ULR Terbang 24 Jam Nonstop dari Australia ke Prancis
Perkiraan Belanja Google Melonjak ke $205 Miliar, Meresahkan Investor
WhatsApp Tambahkan Panggilan Terenkripsi di Versi Web
Sekolah Pasang Drone Semprot Cabai untuk Cegah Penembakan
Trending now
- Kenya Selidiki Kematian 15 Gajah di Taman Amboseli
- Biaya Pendanaan Pusat Data AI Meta Naik dalam Kesepakatan $14 Miliar dengan BlackRock
- Cyera akuisisi Oasis Security senilai $1 miliar, akuisisi ketiga tahun ini
- Misi Penyelamatan Swift NASA Alami Masalah Kontrol Sikap
- American Airlines Hentikan Semua Penerbangan Nasional Akibat Gangguan IT
- Laba SK Hynix Q2 Melonjak 557% ke Rekor Tertinggi
- 1.100 Staf AI Desak AS Perlambat Pertumbuhan Teknologi
- Peretasan ChatGPT Lumpuhkan Perusahaan Teknologi, Panggilan Darurat Digelar
Comments
No comments yet. Be the first.