Pemimpin China Fokus pada Perlunya Stimulus untuk Ekonomi
Para pemimpin China telah mengintensifkan diskusi tentang perlunya langkah-langkah stimulus ekonomi, menurut laporan Financial Times. Langkah ini muncul ketika pertumbuhan ekonomi negara tersebut menurun tajam, meleset dari target untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun. Perlambatan ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan para ahli, yang memperingatkan potensi tantangan bagi Beijing jika pertumbuhan terus merosot.
Perlambatan ini tidak hanya mempengaruhi ekonomi domestik China tetapi juga pasar global, mengingat peran China sebagai mitra dagang utama. Defisit perdagangan negara ini menyempit, yang dicatat The Economist sebagai perkembangan yang mengejutkan di tengah perlambatan ekonomi yang lebih luas. Data resmi menunjukkan bahwa ekonomi China tumbuh pada laju paling lambat dalam beberapa tahun, perubahan signifikan dari ekspansi historisnya yang cepat.
Laporan Financial Times menyoroti bahwa para pembuat kebijakan China sedang fokus pada perlunya stimulus untuk mengimbangi penurunan ini. Ini menandai perubahan dari upaya sebelumnya untuk mengekang utang dan investasi spekulatif. Diskusi ini muncul setelah Biro Statistik Nasional melaporkan bahwa pertumbuhan PDB kuartal ketiga turun menjadi 4,6%, di bawah target 5% yang ditetapkan pemerintah. Perlambatan ini disebabkan oleh krisis properti yang berkepanjangan, permintaan konsumen yang lemah, dan ketegangan geopolitik.
Latar belakang: Ekonomi China tumbuh sekitar 6% per tahun sebelum pandemi, tetapi pemulihan pasca-COVID tidak merata. Pemerintah awalnya menolak stimulus skala besar, lebih fokus pada reformasi struktural. Namun, data terbaru telah mendorong perubahan nada.
Langkah selanjutnya: Para analis memperkirakan Beijing akan mengumumkan langkah-langkah fiskal dan moneter yang ditargetkan dalam beberapa minggu mendatang, termasuk belanja infrastruktur dan pemotongan suku bunga. Efektivitas langkah-langkah ini akan diawasi dengan ketat, karena ekonomi menghadapi hambatan dari faktor domestik dan internasional.
Sources
- Google News BusinessSecondary
Related
Laba SK Hynix Q2 Melonjak 557% ke Rekor Tertinggi
Ford Rilis Laba Q2 di Tengah Penurunan Penjualan Dua Digit
Shein Hadapi Investigasi FTC Jelang IPO Hong Kong
Visa PHK 7% Karyawan dalam Restrukturisasi
UPS Lampaui Ekspektasi Q2, Naikkan Proyeksi Pendapatan Tahunan
Coca-Cola Naikkan Proyeksi Laba Setahun Penuh Berkat Penjualan Kuat
Unilever Peringatkan Kenaikan Harga Lebih Lanjut di Tengah Biaya yang Meningkat
Insinyur Samsung Hengkang ke SK Hynix demi Bonus Rp7,4 Miliar
Trending now
- Audi Perkenalkan SUV Flagship Q9 2027 untuk AS
- Kartel Meksiko Alihkan Produksi Metamfetamin ke Nigeria
- Kenya Selidiki Kematian 15 Gajah di Taman Amboseli
- Biaya Pendanaan Pusat Data AI Meta Naik dalam Kesepakatan $14 Miliar dengan BlackRock
- Cyera akuisisi Oasis Security senilai $1 miliar, akuisisi ketiga tahun ini
- Misi Penyelamatan Swift NASA Alami Masalah Kontrol Sikap
- American Airlines Hentikan Semua Penerbangan Nasional Akibat Gangguan IT
- Laba SK Hynix Q2 Melonjak 557% ke Rekor Tertinggi
Comments
No comments yet. Be the first.