Keamanan siber

Jutaan Mobil Rentan Diretas Melalui Alarm Tersembunyi yang Dipasang Dealer

1 min read

Jutaan Mobil Rentan Diretas Melalui Alarm Tersembunyi yang Dipasang Dealer
Photo: Markus Spiske · Unsplash
0 0
XWhatsAppTelegramLinkedIn

Sebuah celah keamanan pada perangkat yang dipasang oleh dealer mobil di seluruh Amerika Serikat telah membuat jutaan kendaraan rentan terhadap peretasan jarak jauh, demikian peringatan para peneliti. Perangkat tersebut, yaitu sistem alarm aftermarket, dapat dieksploitasi untuk membuka pintu, melacak lokasi, dan bahkan menonaktifkan mesin, menimbulkan risiko serius bagi pengemudi.

Perangkat yang terpengaruh dipasang oleh dealer di jutaan kendaraan, seringkali tanpa sepengetahuan atau persetujuan pembeli, dan dibiarkan terpasang bahkan ketika pelanggan menolak layanan alarm. Ini berarti sejumlah besar mobil di jalan saat ini membawa kerentanan tersembunyi yang dapat dieksploitasi oleh aktor jahat.

Peneliti dari sebuah perusahaan keamanan siber menemukan celah tersebut dan melaporkan bahwa celah itu memungkinkan penyerang mengakses perangkat dari jarak jauh melalui jaringan seluler, melewati langkah-langkah keamanan. Implikasinya signifikan: peretas tidak hanya dapat mencuri kendaraan tetapi juga menguntit pengemudi dengan melacak pergerakan mereka atau melumpuhkan mobil dalam situasi berbahaya.

Kerentanan ini mempengaruhi model sistem alarm tertentu, yang dipasang di kendaraan di seluruh negeri selama beberapa tahun. Para peneliti tidak mengungkapkan jumlah pasti mobil yang terpengaruh, tetapi mereka memperkirakan bisa mencapai jutaan. Mereka telah memberi tahu pabrikan, yang telah merilis tambalan untuk memperbaiki celah tersebut.

Dealer kini didesak untuk menerapkan tambalan pada semua kendaraan yang masih memiliki perangkat terpasang. Pemilik disarankan untuk menghubungi dealer mereka untuk memastikan pembaruan dilakukan. Para peneliti menekankan bahwa perbaikan ini sangat penting, karena celah tersebut dapat dieksploitasi dari jarak jauh tanpa akses fisik ke kendaraan.

Penemuan ini menyoroti kekhawatiran yang lebih luas tentang keamanan sistem mobil yang terhubung. Seiring kendaraan menjadi lebih bergantung pada perangkat lunak dan konektivitas internet, potensi serangan jarak jauh meningkat. Para peneliti merekomendasikan agar pembuat mobil dan dealer memprioritaskan keamanan siber dalam pemasangan aftermarket untuk mencegah kerentanan serupa di masa depan.

Sources

Report / request removal

Related

Comments

No comments yet. Be the first.